Jokowi Tiba di Jakarta Usai Hadiri KTT Khusus ASEAN-Australia di Melbourne
Presiden RI Joko Widodo kembali menginjakkan kaki di Jakarta pada Rabu malam, sekitar pukul 19.00 WIB, setelah menyelesaikan agenda Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Khusus ASEAN-Australia di Melbourne, Australia. Kedatangan kepala negara di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma menandai rampungnya lawatan singkat yang berfokus pada penguatan hubungan kawasan di tengah peringatan 50 tahun kemitraan ASEAN-Australia.
Kedatangan Disambut Pejabat Tinggi Negara
Berdasarkan keterangan Biro Pers Sekretariat Presiden yang diterima di Jakarta, Jokowi disambut langsung oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, dan Pj. Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono. Kehadiran sejumlah pejabat tersebut menunjukkan pentingnya agenda luar negeri yang baru saja dijalani Presiden, sekaligus menandai kembalinya ia ke tanah air setelah berada di Australia.
Sebelumnya, Presiden dan rombongan bertolak dari Bandara Melbourne Jet Base menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 sekitar pukul 16.15 waktu setempat. Perjalanan pulang itu menjadi penutup dari rangkaian pertemuan tingkat tinggi yang mempertemukan para pemimpin ASEAN dan Australia.
Pesan Jokowi soal Stabilitas Kawasan
Dalam forum KTT tersebut, Jokowi menegaskan bahwa ASEAN dan Australia memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga stabilitas, perdamaian, dan kemakmuran di kawasan. Pesan itu ia sampaikan saat berbicara dalam sesi pleno KTT Khusus ASEAN-Australia di Melbourne, Rabu.
Jokowi juga menyoroti posisi ASEAN yang diperkirakan akan menjadi kekuatan ekonomi global dan menempati peringkat keempat dunia pada 2040. Dengan jumlah penduduk lebih dari 650 juta jiwa, yang sebagian besar merupakan tenaga kerja muda dan memiliki literasi teknologi tinggi, ia menilai kawasan ini menyimpan potensi besar yang perlu didukung secara konkret, termasuk oleh Australia.
Australia Dorong Kerja Sama yang Lebih Praktis
Dari sisi tuan rumah, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengajak para pemimpin ASEAN untuk membawa hubungan yang telah terjalin selama setengah abad ke tahap yang lebih nyata dan produktif. Menurut Albanese, peringatan 50 tahun kemitraan ASEAN-Australia bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk menegaskan kembali keyakinan pada sentralitas ASEAN sekaligus memperluas kerja sama praktis di berbagai bidang.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.
