Warga Dekat Gudang Amunisi di Bogor Minta Pemulihan Trauma Usai Ledakan
Ledakan di Gudang Amunisi Daerah (Gudmurah) Kodam Jaya, Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, bukan hanya meninggalkan kerusakan fisik. Bagi warga Cluster Visalia, Kota Wisata Cibubur, peristiwa pada Sabtu (30/3) malam itu juga menyisakan ketakutan yang belum hilang, terutama pada anak-anak yang berada sangat dekat dengan lokasi kejadian.
Trauma Anak-Anak Jadi Sorotan Warga
Sekretaris Pengurus Cluster Visalia, Aldi Setiadi, mengatakan warga yang terdampak kini menaruh perhatian besar pada kondisi psikologis anak-anak mereka. Dalam pertemuan warga di Gunung Putri, Minggu, ia menyebut banyak anak masih gelisah dan sulit tidur setelah menyaksikan kobaran api, asap tebal, serta suara ledakan yang terdengar beruntun.
Menurut Aldi, situasi itu semakin berat karena ledakan pertama terjadi saat warga sedang menjalankan aktivitas Ramadhan, termasuk saat berbuka puasa. “Ledakan terjadi mengakibatkan trauma psikologis kepada anak-anak kita. Kebanyakan anak-anak itu, ya berdasarkan obrolan dengan orangtuanya, mereka tidak bisa tidur, trauma,” ujarnya.
Ia menambahkan, saat kejadian beberapa anak sempat panik dan histeris karena melihat api membesar di sekitar permukiman. Karena itu, warga meminta adanya penanganan khusus untuk pemulihan trauma, terutama bagi anak-anak yang menjadi saksi langsung peristiwa tersebut.
Warga Tuntut Koordinasi dan Keterbukaan Informasi
Selain soal trauma, warga Cluster Visalia juga menyoroti kurangnya informasi mengenai keberadaan gudang amunisi di sekitar tempat tinggal mereka. Aldi menyebut, saat memutuskan menempati kawasan itu, mereka tidak mendapat pemberitahuan bahwa ada fasilitas penyimpanan peluru atau amunisi di dekat permukiman.
“Yang kedua kita juga minta adanya birokrasi koordinasi antara pihak institusi terkait dengan pengembang Visalia dimana kita pada saat kita ingin huni tempat ini memang kita tidak diberi tahu bahwa adanya gudang peluru di sekitar tempat tinggal kami,” katanya.
31 Rumah Rusak, Pemerintah Janjikan Penanganan
Di sisi lain, Penjabat Bupati Bogor Asmawa Tosepu menyampaikan bahwa hingga kini tercatat 31 rumah mengalami kerusakan akibat ledakan Gudmurah. Kerusakan itu bervariasi, mulai dari kaca pecah, plafon retak, hingga atap yang retak atau bolong.
Asmawa mengatakan Pemerintah Kabupaten Bogor memiliki waktu 14 hari untuk melakukan asesmen menyeluruh, termasuk pendataan rumah rusak dan koordinasi penanganan lanjutan. Pemerintah daerah juga sedang berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Pusat agar proses pemulihan bisa segera dilakukan.
Sementara itu, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memastikan rumah warga yang terdampak akan mendapat ganti rugi. Ia menyebut aparat teritorial sudah bergerak untuk melakukan penyisiran dan pendataan di lapangan.
“Ya tentunya nanti kami akan data, akan disisir oleh aparat teritorial yang sekarang sudah bekerja. Nanti apabila ada kerusakan di rumah masyarakat, kami akan ganti,” kata Agus.




