Penertiban kolong tol di Jakarta Barat kembali jadi sorotan. Ketua DPRD Jakarta, Khoirudin, menilai langkah relokasi warga tak cukup jika area bekas hunian dibiarkan tanpa pengawasan yang konsisten. Ia menekankan, lokasi seperti kolong Tol Angke, Jelambar Baru, Grogol, dan Petamburan perlu dijaga secara berkala agar tidak kembali dipakai sebagai tempat tinggal kelompok tertentu.
Pengawasan Tidak Boleh Longgar
Menurut Khoirudin, pendekatan yang tegas namun berkelanjutan menjadi kunci agar kawasan kolong tol tidak lagi dipenuhi aktivitas yang mengganggu ketertiban, termasuk pembuangan sampah sembarangan. Ia menilai, selain patroli rutin, penataan fisik seperti penanaman pohon hias juga bisa membantu membuat area itu tidak lagi menarik untuk dihuni.
Ia menyoroti bahwa masalah di kolong tol bukan sekadar soal pindah tempat tinggal, tetapi juga soal mencegah pola lama terulang. Karena itu, pengawasan disebut harus berjalan terus, bukan hanya saat penertiban dilakukan.
Apresiasi untuk Langkah Humanis Pemprov dan Satpol PP
Di sisi lain, Khoirudin mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Satpol PP yang memindahkan penghuni kolong tol dengan pendekatan humanis. Menurutnya, penertiban semestinya tetap menghormati warga yang terdampak, tanpa tindakan yang berlebihan.
Ia juga mengingatkan agar kekuasaan tidak disalahgunakan dalam proses penataan warga di area tersebut. Bagi Khoirudin, ketegasan dan empati harus berjalan beriringan supaya penertiban tidak justru menimbulkan masalah baru.
Relokasi 257 KK di Kolong Tol Angke
Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta memutuskan merelokasi secara bertahap 257 kepala keluarga atau 685 jiwa yang tinggal di kolong Tol Angke. Dari total tersebut, 139 keluarga tercatat memiliki KTP DKI Jakarta, 98 keluarga ber-KTP luar DKI, dan 20 keluarga tidak memiliki KTP.
Langkah relokasi ini ditempuh untuk memperbaiki kualitas lingkungan sekaligus memberi perlindungan yang lebih layak bagi warga. Pemerintah berharap kawasan kolong tol tidak lagi menjadi ruang hunian, melainkan tertata lebih baik dan aman bagi masyarakat sekitar.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.
