Pria Sukses Ekspor Kerajinan dalam Perjuangan Lawan Penyakit Langka
Di balik deretan produk kerajinan yang kini melaju ke pasar Jepang, ada kisah jatuh-bangun seorang pengusaha asal Tangerang yang tak menyerah pada keadaan. Roby Tanumiharja Putra membangun usaha dari bawah, sempat mencoba banyak jalan, lalu menemukan momentum lewat bisnis yang awalnya sama sekali bukan kerajinan. Dari penjualan tanaman kaktus dan sukulen secara online, ia justru menemukan pintu masuk menuju usaha home living yang kini menjadi tumpuan ekspornya.
Berawal dari Kaktus, Berujung pada Kerajinan
Sebelum mengenal bisnis yang membesarkan namanya, Roby bekerja sebagai marketing di perusahaan es krim. Setelah itu, ia sempat menjajal sejumlah usaha sampingan, tetapi hasilnya belum memuaskan. Titik balik datang ketika ia melihat peluang dari tren tanaman hias saat bepergian ke Bandung. Ketertarikannya pada kaktus dan sukulen membuatnya mencoba berjualan secara daring, dan respons pasar ternyata sangat besar.
Menariknya, bukan tanamannya yang paling banyak dicari pembeli, melainkan pot yang dipakai sebagai wadah. Dari situ, Roby membaca kebutuhan pasar dengan lebih jeli. Ia lalu mulai membuat pot gerabah dan mengembangkan produk kerajinan semen. Langkah sederhana itu berubah menjadi fondasi bisnis yang jauh lebih besar dari rencana awalnya.
Tetap Bergerak di Tengah Penyakit Langka
Di saat usaha mulai tumbuh, Roby justru menghadapi ujian berat. Ia didiagnosis mengidap penyakit langka bernama fistula. Kondisi itu tidak menghentikannya untuk terus bekerja, bahkan ia memilih menggandeng sang istri agar bisnis tetap berjalan dan berkembang. Bagi Roby, bertahan bukan sekadar pilihan, melainkan keharusan agar usaha yang sudah dibangun tidak berhenti di tengah jalan.
Rocl.id, merek kerajinan miliknya, kini memproduksi berbagai produk home living seperti tatakan gelas, vas, hingga botol dekoratif. Harga yang ditawarkan dibuat tetap terjangkau, sementara proses produksinya masih mengandalkan sentuhan manual. Justru dari cara kerja itulah produk-produk Rocl.id tampil berbeda dan punya nilai unik di tengah persaingan pasar.
Dari Shopee ke Jepang, Berkat Disiplin dan Riset
Penjualan Rocl.id tidak hanya bertumpu pada pasar lokal. Produk-produk itu dipasarkan melalui platform digital seperti Shopee dan juga dikirim ke Jepang setiap tiga bulan. Di balik ekspansi tersebut, Roby menekankan pentingnya konsistensi, riset pasar, dan keberanian memanfaatkan kanal digital sebagai mesin pertumbuhan. Ia bahkan rutin meluncurkan lima produk baru setiap bulan agar bisnis tetap relevan mengikuti kebutuhan konsumen.
Perjalanan itu juga tidak selalu mulus. Roby pernah menghadapi persoalan dengan tetangga akibat limbah produksi, namun ia tetap melanjutkan usahanya sambil membangun tim yang terus berkembang. Dari pengalaman itu, ia mendorong pelaku UMKM lain untuk memulai dari sumber daya yang ada, memanfaatkan platform digital, membaca pasar secara berkala, dan menargetkan pertumbuhan yang berkelanjutan. Kisah Roby menunjukkan bahwa usaha kecil bisa menembus pasar global ketika dijalankan dengan disiplin, adaptif, dan tidak mudah menyerah.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.
