East Ventures, perusahaan venture capital yang terkenal dengan investasinya di startup di Indonesia dan Asia Tenggara, akan lebih fokus pada investasi startup berbasis artificial intelligence (AI) pada tahun 2025. Keputusan ini didasari oleh laporan white paper yang berjudul ‘AI-first: Decoding Southeast Asia trends’ yang baru-baru ini dirilis oleh East Ventures.
Dalam white paper tersebut, East Ventures mengungkapkan bahwa AI, khususnya Generative AI (GenAI), memiliki dampak signifikan dalam mengubah lanskap bisnis dan inovasi di Asia Tenggara. Mereka menyoroti dua kategori solusi utama yang muncul dari GenAI serta memberikan contoh bagaimana perusahaan-perusahaan di portofolio East Ventures telah mengintegrasikan AI ke dalam operasional mereka.
Co-Founder dan Managing Partner East Ventures, Willson Cuaca, menyatakan bahwa investasi di sektor AI merupakan fokus utama perusahaan untuk tahun 2025. Dia juga menekankan pentingnya AI dalam membangun solusi yang intuitif, efisien, dan dapat ditingkatkan skalanya. Menurut laporan, penggunaan GenAI diharapkan akan meningkat di tahun-tahun mendatang, dengan kontribusi AI pada Produk Domestik Bruto (PDB) di Asia Tenggara diprediksi akan mencapai 10% hingga 18% pada tahun 2030.
Meskipun East Ventures melihat potensi pertumbuhan yang kuat dalam aplikasi GenAI di Asia Tenggara, mereka juga mencatat bahwa saat ini investasi global di bidang AI di kawasan tersebut masih rendah. Namun, perusahaan yakin bahwa adaptasi dan adopsi AI oleh bisnis merupakan langkah penting untuk tetap bersaing dalam pasar yang terus berubah. Dengan adanya pipeline startup yang terus berkembang dan perusahaan portofolio yang inovatif dalam memanfaatkan foundation model AI, East Ventures optimis dengan prospek AI di masa depan.
