Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, berbicara dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, tentang bentrokan yang terjadi setelah penarikan pasukan Suriah dari Suwayda. Mereka mendiskusikan hubungan bilateral, masalah regional dan global. Erdogan menegaskan keinginan Turki untuk menjaga stabilitas dan keamanan Suriah, serta mendukung pemulihan negara tersebut. Erdogan juga menyoroti pentingnya Israel untuk menghormati kedaulatan Suriah.
Selain itu, dalam percakapan itu, Erdogan menyarankan dimulainya putaran ketiga perundingan antara Rusia dan Ukraina. Dia menyatakan kesiapan Turki untuk menjadi tuan rumah pembicaraan damai tersebut di Istanbul segera setelah tanggalnya disepakati. Sementara Kremlin mengucapkan terima kasih kepada Erdogan atas kesediaannya sebagai mediator dalam konflik Rusia-Ukraina.
Putin dan Erdogan juga memeriksa perkembangan hubungan ekonomi antara kedua negara. Putin mengapresiasi hasil Komisi Antarpemerintah Rusia-Turki terkait Perdagangan dan Kerja Sama Ekonomi yang diadakan pada 27 Juni. Kedua pemimpin sepakat untuk tetap berkomunikasi erat mengenai semua isu yang dibahas selama percakapan tersebut.
Sumber: Anadolu
Turki juga meminta dukungan NATO dalam usahanya memediasi perdamaian antara Ukraina dan Rusia. Itulah beberapa poin penting yang dibahas dalam percakapan telepon antara Erdogan dan Putin.

