Kebakaran Korsleting di Palmerah: 50 Rumah Hangus, Anak dan Lansia Luka

Kebakaran hebat yang diduga dipicu korsleting listrik melanda kawasan padat penduduk di Jalan Pelita VIII RT 09/RW 04, Jati Pulo, Palmerah, Jakarta Barat, pada Minggu sore. Dalam peristiwa itu, sebanyak 50 rumah terdampak dan puluhan warga terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka dalam waktu singkat.

14 Warga Luka, Korban Didominasi Anak hingga Lansia

Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menyampaikan bahwa 14 orang mengalami luka ringan dan lecet akibat kejadian tersebut. Korban berasal dari berbagai usia, mulai dari anak-anak hingga lansia. Seluruh penanganan medis awal dilakukan oleh petugas PK3D dan PMI Jakarta yang sudah berada di lokasi sejak proses evakuasi berlangsung.

Selain luka-luka ringan, dampak kebakaran juga membuat ratusan warga harus mengungsi. BPBD DKI Jakarta mencatat sekitar 350 orang ditempatkan sementara di Lapangan Taman Jati, yang berada di wilayah RT 011/RW 04, Kelurahan Jati Pulo, Palmerah, Jakarta Barat.

Ratusan Pengungsi Dipusatkan di Lapangan Taman Jati

Pengungsian dilakukan untuk memastikan warga tetap aman setelah api melahap permukiman di kawasan tersebut. Situasi di lokasi sempat dipadati petugas dari berbagai unsur yang bergerak bersama untuk mengendalikan keadaan, membantu evakuasi, dan menata kebutuhan darurat para korban.

Sejumlah instansi turun tangan dalam penanganan kebakaran ini, mulai dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI, BPBD, PMI, AGD Dinkes, Dishub, Satpol PP, PLN, personel PSKB/Tagana Dinsos, kepolisian, hingga TNI. Koordinasi lintas instansi dilakukan agar proses pemadaman dan penanganan warga terdampak bisa berjalan cepat.

Kerugian Ditaksir Rp1,3 Miliar

Mohamad Yohan menyebut kerugian akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp1,3 miliar. Angka ini menggambarkan besarnya dampak yang ditinggalkan api, bukan hanya pada bangunan warga, tetapi juga pada aktivitas dan kehidupan sehari-hari masyarakat setempat yang mendadak harus beralih ke tempat pengungsian.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.