Banjir di Provinsi Songkhla, Thailand selatan telah menelan korban jiwa sebanyak 87 orang, menurut laporan Thai PBS pada Jumat. Data dari Rumah Sakit Songklanagarind menyatakan bahwa jenazah korban dibawa ke rumah sakit tersebut untuk proses identifikasi dan pencatatan resmi. Saat ini, rumah sakit tersebut menampung 110 jenazah, termasuk 23 jenazah yang dipindahkan dari fasilitas kesehatan lain akibat keterbatasan ruang penyimpanan. Polisi setempat bahkan mengirim kontainer berpendingin tambahan untuk menampung lonjakan jenazah tersebut.
Air mulai surut di beberapa wilayah yang sebelumnya terendam banjir, sementara tim penyelamat terus berusaha melakukan evakuasi jenazah dari rumah-rumah dan daerah terpencil. Rumah Sakit Songklanagarind menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan meminta pengertian karena proses penyerahan jenazah memerlukan waktu lebih lama dari biasanya. Kondisi banjir dan tanah longsor di sejumlah provinsi Thailand selatan disebabkan oleh hujan lebat yang terus-menerus mengguyur wilayah tersebut.
Para ahli Thailand menyebutkan bahwa curah hujan ekstrem pada bulan November ini merupakan yang paling deras dalam 300 tahun berdasarkan catatan historis negara tersebut. Kenaikan permukaan air yang tajam telah menyebabkan ratusan desa terputus dan ribuan warga mengungsi ke pusat-pusat darurat. Situasi ini terus dipantau dan upaya evakuasi serta bantuan terus dilakukan demi meminimalisir kerugian yang diakibatkan oleh bencana alam yang melanda Thailand selatan.

