Seiring meluasnya banjir dan longsor di berbagai daerah, perbincangan mengenai alih fungsi lahan, sawit ilegal, hingga lemahnya pengawasan di kawasan hutan kembali mengemuka. Sejumlah warganet bahkan mengaitkan bencana ini dengan kebijakan masa lalu saat Zulkifli Hasan menjabat sebagai Menteri Kehutanan.
Warganet Kaitkan Banjir Sumatera dengan Kerusakan Hutan
Di platform media sosial, terutama X (dulu Twitter), kata kunci seperti “Zulhas”, “banjir Sumatera”, “kerusakan hutan”, dan “deforestasi Sumatera” sempat menjadi bahan perbincangan hangat. Banyak warganet menilai, hilangnya tutupan hutan di beberapa daerah membuat kawasan tersebut semakin rentan terhadap banjir dan longsor.
“Kalau hutan di Sumatera terus dibuka, banjir seperti di Aceh, Sumut, dan Sumbar ini bukan kejadian terakhir,” tulis salah satu akun yang mengunggah ulang video lama terkait Zulkifli Hasan dan isu kerusakan hutan.
Warganet juga menyinggung soal lemahnya pengawasan terhadap alih fungsi lahan dan perkebunan sawit ilegal yang disebut-sebut memperparah kondisi daerah aliran sungai (DAS) di sebagian wilayah Sumatera.
Video Teguran Harrison Ford Kembali Viral
Di tengah derasnya kritik, sebuah potongan video dokumenter yang menampilkan aktor Hollywood Harrison Ford menegur Zulkifli Hasan kembali viral. Video tersebut berasal dari seri dokumenter “Years of Living Dangerously” yang pernah menyorot kondisi hutan di Indonesia, termasuk kawasan Taman Nasional Tesso Nilo di Sumatera.
Dalam video itu, Harrison Ford tampak mempertanyakan lambatnya penindakan terhadap pelaku perambahan hutan dan pembukaan lahan ilegal. Momen ketika Harrison Ford terlihat kesal saat berdialog dengan Zulhas kembali beredar luas di media sosial dan menjadi bahan diskusi warganet.
Unggahan ulang video tersebut membuat isu lama mengenai deforestasi, kerusakan hutan, dan perubahan fungsi kawasan di Sumatera kembali mencuat ke permukaan, bersamaan dengan meningkatnya perhatian terhadap banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Pakar Lingkungan: Banjir Akibat Banyak Faktor
Sejumlah pakar lingkungan menilai, kerusakan hutan memang menjadi salah satu faktor yang dapat memperparah dampak banjir di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Sumatera. Namun, mereka menegaskan bahwa bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor tidak hanya disebabkan oleh satu faktor.
“Kerusakan hutan, perubahan tata guna lahan, dan lemahnya pengelolaan daerah aliran sungai tentu berkontribusi. Tapi kita juga harus melihat faktor lain seperti curah hujan ekstrem dan perubahan iklim,” kata seorang pengamat lingkungan yang dihubungi media.
Menurutnya, kasus banjir di Aceh dan wilayah Sumatera lainnya perlu dilihat dalam konteks yang lebih luas, mencakup tata ruang, pembangunan infrastruktur, serta konsistensi penegakan hukum terhadap pelanggaran di kawasan hutan.
Respons Zulkifli Hasan dan Polemik Berkelanjutan
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi terbaru dari Zulkifli Hasan menanggapi viralnya kembali video bersama Harrison Ford maupun sorotan warganet yang mengaitkannya dengan banjir Sumatera.
Sebelumnya, Zulhas pernah menyampaikan bahwa kementerian yang ia pimpin saat itu telah melakukan berbagai langkah penindakan terhadap pelanggaran di sektor kehutanan, termasuk penertiban izin dan upaya rehabilitasi lahan kritis. Ia mengklaim bahwa penanganan kerusakan hutan tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat karena melibatkan banyak kepentingan dan aktor.
Banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar Masih Ditangani
Di lapangan, pemerintah daerah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat masih fokus menangani dampak banjir dan longsor. Tim gabungan melakukan evakuasi warga, pendirian posko darurat, serta pemulihan akses jalan yang sempat terputus.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan bahwa potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih bisa terjadi di beberapa wilayah Sumatera dalam beberapa hari ke depan. Masyarakat diminta tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan dan longsor.
Di tengah penanganan bencana, perdebatan mengenai kebijakan kehutanan, deforestasi, dan tata kelola lingkungan hidup diperkirakan masih akan berlanjut. Sorotan terhadap peran para pengambil kebijakan, termasuk Zulkifli Hasan, diprediksi tetap menjadi bagian dari diskursus publik seputar banjir Sumatera dan masa depan lingkungan Indonesia.

