IHSG Ditutup Menguat Menyambut Ekspektasi Pemangkasan Fed

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil menguat pada Selasa sore, menunjukkan harapan positif pasar terhadap kemungkinan penurunan suku bunga acuan oleh The Fed dalam pekan mendatang. IHSG ditutup naik 68,25 poin atau 0,80 persen menjadi 8.617,04, sedangkan indeks LQ45 naik 3,60 poin atau 0,42 persen ke level 854,74. Pelaku pasar berekspektasi penurunan suku bunga The Fed akan terjadi setelah data manufaktur AS yang mengkhawatirkan. Sebaliknya, di kawasan Asia, langkah-langkah stimulus China dan pengurangan tarif AS terhadap Korea Selatan memberikan sentimen positif pada pasar. Di dalam negeri, penguatan IHSG didorong oleh aktivitas pabrik yang meningkat, surplus perdagangan yang sehat, dan inflasi yang beranjak turun. Sektor industri, barang konsumen non primer, dan infrastruktur menjadi yang menguat sementara sektor kesehatan dan teknologi mengalami penurunan. Saham-saham seperti BOAT, BBRM, SULI, FPNI, dan ASPI mengalami penguatan terbesar, sementara OPMS, ESTI, SMIL, BEEF, dan ESIP melemah. Frekuensi perdagangan saham mencapai 2.720.714 transaksi dengan saham senilai Rp21,92 triliun diperdagangkan. Di luar Indonesia, bursa-bursa saham regional Asia juga mengalami pergerakan yang beragam.

Source link