Sebuah kasus perundungan dan pelecehan seksual terhadap seorang anak perempuan berinisial C telah menggegerkan publik. Kasus ini bermula saat teman anaknya, yang bernama R, diduga mengajak C merayakan tahun baru. Selain pelecehan seksual, korban juga mengalami perundungan verbal sejak Februari 2025, yang semakin intens pada November 2025. Trauma yang dialami C masih sangat terasa, dia bahkan sulit untuk berhenti menangis dan merasa ketakutan. Sang ibu, H, mengungkapkan bahwa anaknya mulai berubah sejak mengetahui rencana pembiusan oleh teman sekolahnya. Hal ini terbukti dengan gelisahnya C setiap malam dan rasa takutnya saat dijemput oleh ibunya di sekolah. H masih belum memperbolehkan C untuk kembali bersekolah hingga kondisi psikologisnya pulih. Sementara itu, pihak Suku Dinas Pendidikan Jakarta Timur II, akan melakukan pendalaman kasus ini untuk menindaklanjuti lebih lanjut.
