Warga Kalideres Geram, Proyek Krematorium Dipersoalkan karena Minim Sosialisasi
Rencana pembangunan krematorium di Kalideres memicu penolakan keras dari warga sekitar. Bukan semata soal keberadaan bangunannya, melainkan cara proyek itu berjalan yang dinilai tertutup sejak awal. Di tengah lingkungan padat penduduk, proyek tersebut disebut langsung bergerak tanpa penjelasan memadai kepada masyarakat yang paling terdampak.
Warga Mengaku Tak Pernah Diajak Bicara
Kuku Muliyanto, salah satu tokoh masyarakat setempat, mengatakan tidak ada sosialisasi yang benar-benar melibatkan warga. Menurut dia, dari sekitar 2.000 kepala keluarga yang terdampak, tak satu pun pernah diajak berdiskusi sebelum proyek dimulai. Kondisi itu membuat warga merasa diabaikan, apalagi ketika pembangunan mendadak berjalan tanpa papan informasi yang jelas di lokasi.
Situasi tersebut kemudian memunculkan kebingungan sekaligus ketidakpercayaan. Bagi warga, proyek sebesar ini semestinya tidak dimulai diam-diam, terlebih jika berada di kawasan yang sudah padat aktivitas dan hunian.
Lokasi Dinilai Tak Tepat
Penolakan warga juga bertumpu pada persoalan lokasi. Krematorium itu dinilai terlalu dekat dengan Sekolah Dian Harapan, SPBU, dan permukiman padat penduduk. Kedekatan dengan fasilitas publik dan area hunian membuat warga khawatir dampaknya tidak kecil, mulai dari polusi suara, potensi kemacetan, hingga rasa tidak nyaman yang berkepanjangan.
Kuku menegaskan bahwa keputusan membangun krematorium tanpa konsultasi dengan warga hanya memperlihatkan sikap yang tidak menghormati suara masyarakat. Di mata warga, persoalan ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga soal keterbukaan pemerintah daerah dalam mengambil keputusan yang menyentuh langsung kehidupan sehari-hari mereka.
Ketidakpercayaan yang Terlanjur Menumpuk
Dengan minimnya informasi sejak awal, penolakan warga Kalideres kini tidak lagi berhenti pada pertanyaan soal teknis proyek. Yang mengemuka justru rasa kecewa karena mereka merasa tidak dilibatkan dalam proses yang berpotensi memengaruhi lingkungan, kenyamanan, dan nilai properti di sekitar lokasi.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.
