Latihan Tempur Garda Revolusi Iran dengan Drone dan Rudal

Garda Revolusi Iran (IRGC) menggelar latihan besar-besaran di sepanjang pantai selatan negara pada Selasa (24/2) dalam rangka meningkatkan kesiapan tempur menghadapi ancaman yang meningkat. Latihan Gabungan 1404 melibatkan berbagai unit Pasukan Darat IRGC dan menampilkan teknologi tempur modern serta penerapan taktik baru. Latihan ini berlangsung setelah Angkatan Laut IRGC melaksanakan latihan besar di Selat Hormuz di bawah pengawasan Mayor Jenderal Mohammad Pakpour.

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat semakin meningkat setelah AS mengerahkan kapal induk dan pesawat pengebom ke kawasan Teluk Persia. Presiden Donald Trump bahkan mengancam akan menggunakan opsi militer jika perundingan nuklir gagal mencapai kesepakatan. Putaran ketiga perundingan tidak langsung yang dimediasi Oman dijadwalkan berlangsung di Jenewa, dengan harapan Iran akan mempresentasikan rancangan program nuklirnya kepada AS.

Dalam latihan perang di Iran selatan, IRGC menggunakan drone dan amunisi jelajah. Rudal balistik Rezvan memiliki kemampuan untuk mengintegrasikan data sasaran dengan drone bunuh diri Shahed-136, memungkinkan serangan presisi terhadap target yang telah ditentukan sebelumnya. Pasukan khusus IRGC juga melakukan operasi simulasi untuk mencegah musuh mendekati garis pantai.

Komandan Pasukan Darat IRGC, Brigjen Mohammad Karami, mencatat bahwa seluruh unit telah menjalankan tindakan yang telah dirancang sebelumnya di berbagai sektor, termasuk rudal, artileri, drone, lapis baja, dan unit mekanis. Sementara itu, unit rudal IRGC menguji sistem baru dengan berbagai jangkauan, dilengkapi navigasi baru, akurasi tinggi, dan hulu ledak yang mampu menembus pertahanan musuh.

Ketegangan tetap ada meski perundingan nuklir dilakukan, dengan kedua pihak menyatakan kesiapan menghadapi kemungkinan konfrontasi militer. Latihan militer ini menegaskan keseriusan Iran dalam mempertahankan keamanan di kawasan tersebut.

Source link