Indonesia sedang merencanakan kerja sama dengan India untuk membangun industri semikonduktor guna mendorong perkembangan teknologi artificial intelligence (AI) di Tanah Air. Pemerintah Indonesia menekankan pentingnya mengubah kekayaan mineral nasional menjadi modal untuk industri teknologi masa depan. Tujuan Indonesia adalah untuk tidak lagi menjadi pengamat di industri semikonduktor dan AI, melainkan memanfaatkan sumber daya mineral dalam negeri untuk membangun industri yang mandiri.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menyatakan bahwa Indonesia berada dalam posisi strategis untuk menjadi mitra utama dalam rantai pasok teknologi global. Indonesia ingin membangun kerangka kerja mineral berbasis teknologi, bukan hanya menjual materi baku. Dalam forum ‘India-Indonesia Critical Mineral Conference’, Nezar menggarisbawahi arah baru kebijakan Indonesia dalam membangun kemitraan strategis dengan India.
Pemerintah Indonesia menawarkan tiga agenda utama kolaborasi Indonesia-India dalam pengembangan industri AI di Tanah Air. Pertama, investasi dalam pemrosesan mineral untuk menghasilkan material elektronik berkualitas. Kedua, peningkatan sumber daya manusia melalui transfer pengetahuan dan pengembangan talenta insinyur semikonduktor. Ketiga, membangun koridor ketahanan rantai pasok dengan menghubungkan sumber daya Indonesia dan manufaktur India untuk menciptakan rantai pasok yang efisien.
Dengan melihat kesuksesan inisiatif ‘Make in India’, Indonesia menjadikan India sebagai contoh dalam memajukan industri teknologi di Tanah Air. Melalui kolaborasi dengan India, Indonesia berharap bisa mengejar ketertinggalan dalam industri teknologi dan membangun industri yang berdaya saing global.
