Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan kepada para pelaku pelayaran kapal logistik dan nelayan untuk waspada terhadap potensi gelombang laut tinggi hingga empat meter di perairan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai hari ini hingga 28 Februari 2026. Peringatan ini diberikan sebagai langkah mitigasi untuk mengurangi risiko kecelakaan laut akibat tingginya gelombang laut. Gelombang setinggi 2,50-4,0 meter berpotensi terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk perairan Samudra Hindia selatan Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Selain itu, potensi gelombang tinggi juga diprakirakan di Samudra Pasifik utara Papua. Kondisi ini dianggap berisiko tinggi bagi keselamatan perahu nelayan, kapal tongkang, dan kapal feri, terutama jika tidak didukung dengan alat keselamatan dan pemantauan cuaca yang cukup. BMKG mendorong operator pelayaran untuk memantau informasi cuaca maritim terkini dan menunda aktivitas melaut jika kondisi gelombang dianggap berbahaya. Eko Prasetyo dari BMKG menekankan bahwa BMKG akan terus memantau dinamika atmosfer dan memberikan pembaruan peringatan dini sebagai upaya perlindungan keselamatan masyarakat di wilayah perairan yang terkena dampak.
