Presiden Prabowo Subianto sedang menyiapkan Peraturan Presiden tentang Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) atau Perpres AI dengan target selesai pada September 2025. Perpres ini bertujuan untuk mengatur tata kelola AI di Indonesia agar dapat mendorong inovasi dan menjaga pengembangan teknologi secara etis, transparan, dan akuntabel. Menurut Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital, Ismail, regulasi ini penting untuk membangun ekosistem AI yang bertanggung jawab dan dapat dipercaya.
Dalam forum di Tokyo, Jepang, Ismail menjelaskan bahwa Perpres AI ini akan memberikan kerangka tata kelola yang jelas untuk pengembangan AI yang etis, transparan, dan akuntabel. Selain itu, inovasi juga harus tumbuh dalam lingkungan yang dapat dipercaya. Kecerdasan buatan memiliki potensi besar untuk mempercepat transformasi digital yang inklusif, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan kualitas layanan publik.
Namun, perkembangan teknologi AI juga menimbulkan tantangan baru seperti misinformasi, deepfake, potensi bias, diskriminasi, dan risiko terhadap privasi data serta keamanan siber. Oleh karena itu, Indonesia menganggap bahwa tata kelola AI harus seimbang antara inovasi dan pengelolaan risiko menggunakan regulasi yang tepat.
Pendekatan ini mencakup pengembangan AI yang berpusat pada manusia, kolaborasi multipihak, infrastruktur digital, tata kelola data, dan pengembangan talenta digital. Pemerintah Indonesia juga sedang memfinalisasi Peta Jalan Kecerdasan Buatan Nasional yang akan menjadi panduan strategis untuk pengembangan ekosistem AI yang inklusif, bertanggung jawab, dan kompetitif.
Kunci keberhasilan adopsi AI adalah kepercayaan. Membangun kepercayaan membutuhkan transparansi, akuntabilitas, perlindungan data, dan privasi yang kuat, serta pengelolaan risiko yang efektif. Indonesia juga mendorong kolaborasi global dalam tata kelola AI, berbagi praktik terbaik, mengembangkan standar internasional untuk AI yang tepercaya, meningkatkan kapasitas negara berkembang, dan mengembangkan inovasi AI yang bertanggung jawab serta mendukung kepentingan publik.
Kesimpulannya, kecerdasan buatan akan membentuk masa depan masyarakat dan tanggung jawab bersama kita adalah memastikan masa depan tersebut aman, inklusif, dan bermanfaat bagi semua.
