Telkom Siap Sajikan Ulang Laporan Keuangan LK 2023 dan 2024

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, sebagai emiten terbesar di Indonesia di bidang telekomunikasi digital yang juga merupakan Badan Usaha Milik Negara dengan kode saham TLKM, berencana untuk melakukan restatement terhadap laporan keuangan tahun 2023 dan 2024. Direncanakan bahwa perbaikan ini akan dijelaskan secara detail dalam laporan tahunan perusahaan untuk Formulir 20-F tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025. Langkah ini diumumkan oleh SVP Corporate Secretary Telkom, Jati Widagdo, dalam laporan kepada Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia sebagai bagian dari keterbukaan informasi.

Menurut Jati Widagdo, Telkom telah melakukan diskusi dengan komite audit dan menyimpulkan bahwa laporan keuangan konsolidasian tahunan perusahaan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan 2023, serta laporan terkaitnya (disebut sebagai Laporan Keuangan Terdampak) tidak dapat lagi dijadikan acuan. Laporan tersebut sebelumnya telah diaudit oleh KAP Purwantono, Sungkoro & Surja (anggota Ernst & Young Global Limited).

Perusahaan menyoroti bahwa penelaahan telah dilakukan terhadap praktik dan prosedur akuntansi terkait kebijakan kapitalisasi, klasifikasi, estimasi masa manfaat, depresiasi, dan penghentian pengakuan atas aset tetapnya, terutama infrastruktur telekomunikasi. Proses penilaian ini melibatkan pertimbangan signifikan untuk memastikan estimasi masa manfaat infrastruktur telekomunikasi, termasuk berbagai faktor seperti rencana bisnis, perkembangan teknologi, estimasi masa manfaat pelanggan, dan praktik industri sejenis.

Telkom akan melakukan penyesuaian pada aset yang terpengaruh, termasuk klasifikasi aset dan penghentian pengakuan aset tertentu untuk meminimalkan dampak terhadap laporan keuangan. Meskipun penyesuaian ini tidak akan memengaruhi arus kas, tetapi diperkirakan akan mengurangi laba sebelum pajak penghasilan, saldo aset, dan ekuitas Perseroan.

Selain itu, dalam pengendalian internal perusahaan, manajemen Telkom menyimpulkan bahwa terdapat kelemahan material yang perlu dibenahi. Rencana perbaikan terkait kelemahan tersebut juga akan dijelaskan lebih rinci dalam laporan tahunan perusahaan. Ini menunjukkan komitmen Telkom untuk transparansi dan ketaatan terhadap standar akuntansi dan pengendalian internal yang memadai.

Source link