PT Telkom Indonesia (Persero) memberikan pelatihan kepada 260 perempuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menjadi kreator digital dalam rangka memperingati Hari Kartini pada 21 April 2026. Pelatihan Kartini in Technology diselenggarakan oleh Telkom pada bulan April 2026 ini dengan partisipasi pelaku UMKM dari berbagai daerah secara hybrid. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan perempuan dalam menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung pengembangan bisnis. Pelatihan AI mencakup pembuatan konten pemasaran dan penguatan strategi komunikasi digital agar lebih efektif dan efisien.
SGM Social Responsibility Telkom Indonesia, Hery Susanto, menyatakan bahwa pemberdayaan perempuan melalui teknologi merupakan langkah strategis dalam menciptakan ekosistem digital yang inklusif. Telkom Indonesia berkomitmen untuk memberikan akses dan peluang yang sama dalam pemanfaatan teknologi kepada perempuan pelaku UMKM. Menurut Hery, Hari Kartini adalah momentum penting yang mengingatkan bahwa perempuan bukan hanya sebagai pengguna tetapi juga sebagai kreator yang dapat menciptakan nilai tambah melalui teknologi.
Melalui program ini, Telkom memberikan pelatihan keterampilan praktis seperti penyusunan copywriting yang kuat untuk pemasaran, pembuatan visual produk yang menarik, dan produksi video promosi berbasis AI. Harapannya, pendekatan ini dapat membantu pelaku UMKM mengatasi tantangan dalam membangun branding dan memperluas pasar bisnis secara optimal. Program ini tidak hanya sekadar pelatihan, tetapi juga bagian dari upaya Telkom dalam memperkuat ekosistem digital nasional.
Peran strategis perempuan dalam perekonomian nasional, khususnya di sektor UMKM, menjadi latar belakang inisiatif Telkom ini. Data Kementerian Komunikasi dan Digital tahun 2025 menunjukkan bahwa sekitar 64,5% atau 37 juta pelaku UMKM di Indonesia dikelola oleh perempuan. Namun, dengan adanya digitalisasi yang semakin cepat, diperlukan peningkatan kapabilitas, terutama dalam pemanfaatan teknologi baru seperti AI, agar bisnis tetap relevan dan kompetitif. Telkom percaya bahwa pemberdayaan perempuan melalui teknologi akan menjadi fondasi penting dalam membangun ekonomi Indonesia yang lebih tangguh dan inklusif, sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
