Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengumumkan bahwa Selat Hormuz akan dibuka secara penuh untuk lalu lintas komersial dan perkapalan selama masa gencatan senjata. Keputusan ini diambil mengingat adanya gencatan senjata di Lebanon. Araghchi menegaskan bahwa semua kapal komersial di Selat Hormuz dapat melintas sesuai koordinasi dengan otoritas pelabuhan dan kemaritiman Iran.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengapresiasi keputusan Iran ini dengan menyatakan terima kasih lewat platform Truth Social. Namun, Trump juga menyebut bahwa AS tetap akan melanjutkan blokade terhadap Iran hingga negosiasi sepenuhnya selesai. Meskipun demikian, Trump optimistis bahwa kesepakatan tidak akan memakan waktu lama karena sebagian besar poin perundingan telah diselesaikan.
Negosiasi antara AS dan Iran telah berlangsung, namun putaran pertama tidak mencapai kesepakatan. Trump kemudian mengirim Angkatan Laut AS untuk memblokade Selat Hormuz sebagai respons atas kegagalan tersebut. Babak kedua negosiasi dijadwalkan berlangsung minggu depan di Islamabad, Pakistan.
Selain itu, Israel dan Lebanon juga sepakat untuk memulai gencatan senjata selama 10 hari setelah mediasi AS. Pembicaraan ini dilakukan di Washington DC. Dengan demikian, situasi di kawasan Selat Hormuz terus berkembang, dan semua pihak berharap dapat mencapai kesepakatan yang menguntungkan untuk semua.
