Pada tahun 2025, perusahaan keamanan siber Kaspersky melaporkan bahwa lebih dari 1 juta akun perbankan online dari 100 bank terbesar telah diretas dan menjadi korban infostealer. Kredensial yang diretas dibagikan secara bebas di dark web, dengan India, Spanyol, dan Brasil menjadi negara dengan jumlah akun diretas tertinggi. Infostealer merupakan jenis malware yang dirancang untuk mencuri informasi sensitif secara diam-diam, dan telah menjadi ancaman siber finansial utama tahun lalu. Penjahat siber telah beralih ke rekayasa sosial dan pasar dark web, sementara malware finansial seluler terus berkembang.
Menurut Polina Tretyak, analis Kaspersky Digital Footprint Intelligence, dark web kini menjadi pusat utama kejahatan siber finansial. Data pribadi dan kartu perbankan yang dicuri infostealer dijual di sana, menciptakan ekosistem di mana pencurian data dan penipuan saling menguatkan. Serangan phishing finansial juga masih menjadi ancaman, dengan peningkatan serangan terhadap e-commerce, perbankan, dan sistem pembayaran.
Di berbagai wilayah, serangan phishing finansial mengikuti kebiasaan digital lokal. Di Timur Tengah, e-commerce menjadi sasaran utama, sedangkan di Afrika, serangan phishing terutama terkait dengan perbankan. Di Amerika Latin, penargetan e-commerce dan bank lebih seimbang, sementara di Asia-Pasifik dan Eropa, terdapat penyebaran yang merata di ketiga kategori.
Sementara itu, penggunaan perangkat seluler untuk transaksi keuangan semakin meningkat, menyebabkan peningkatan serangan malware finansial pada perangkat seluler. Infostealer juga memainkan peran penting dalam memfasilitasi kejahatan siber finansial dengan mencuri data sensitif untuk pengambilalihan akun atau penipuan langsung. Data Kaspersky menunjukkan peningkatan deteksi infostealer secara global, dengan kawasan Asia-Pasifik menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Dengan adanya peningkatan serangan siber terhadap institusi keuangan, penting bagi organisasi dan pengguna individu untuk meningkatkan kesadaran dan perlindungan diri. Pengetahuan tentang tren serangan siber finansial dan langkah-langkah proaktif akan membantu mengurangi risiko jatuh korban kejahatan online.
