Kementan Targetkan Produksi Gula Kristal Putih 3,04 Juta Ton 2026

Produksi gula kristal putih (GKP) di Indonesia ditargetkan mencapai 3,04 juta ton pada tahun ini oleh Kementerian Pertanian. Dengan luas areal panen tebu nasional yang mencapai 576.538 hektare, kolaborasi antara pemerintah, BUMN, swasta, petani tebu, dan pemangku kepentingan lainnya dianggap krusial untuk mencapai swasembada gula. Tingkat produktivitas rata-rata GKP diperkirakan sebesar 5,28 ton per hektare, sementara produktivitas tebu mencapai 70,87 ton per hektare. Rendemen nasional diproyeksikan mencapai 7,45 persen, menunjukkan efisiensi dalam pengolahan tebu menjadi gula.

Dengan total produksi gula sebesar 3,04 juta ton, Indonesia diprediksi dapat memenuhi kebutuhan konsumsi gula masyarakat sebesar 2,8 juta ton. Terdapat potensi surplus sekitar 0,2 juta ton untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga. Capaian ini melebihi target Rencana Strategis (Renstra) Perkebunan dan mencerminkan keberhasilan intervensi pemerintah di sektor hulu. Pemerintah terus mendorong peningkatan produktivitas tebu dan efisiensi dari hulu hingga hilir sesuai dengan arahan Menteri Pertanian. Berdasarkan Perpres 40 Tahun 2023 dan Roadmap Swasembada Gula Nasional, pemerintah menargetkan produksi gula nasional mencapai 3,27 juta ton pada 2027.

Peningkatan produktivitas tebu dan perbaikan kinerja industri gula telah mulai memberikan hasil positif dengan surplus yang menunjukkan program-program yang diterapkan berhasil. Hal ini diharapkan dapat menjaga stabilitas pasokan dan harga gula konsumsi di dalam negeri. Sinyal positif dari upaya pemerintah ini akan memperkuat kemandirian dalam produksi gula dan mengurangi ketergantungan impor. Copyright © ANTARA 2026.

Source link