Tujuh Keluarga Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Timur Laporkan ke DVI RS Polri
Sebanyak tujuh keluarga korban kecelakaan kereta rel listrik (KRL) di Bekasi Timur telah melaporkan ke posko identifikasi korban (Disaster Victim Identification/DVI) Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat I Pusdokkes Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Kepala RS Polri Kramat Jati, Prima Heru Yulihartono, mengatakan bahwa hingga saat ini tujuh keluarga telah melaporkan kehilangan anggota keluarganya sebelum kematian. Data dari keluarga sangat diperlukan untuk identifikasi korban yang masih dalam proses oleh tim forensik.
Tim Terus Lakukan Identifikasi Korban dengan Bantuan Keluarga
RS Polri telah menerima 10 kantong jenazah berjenis kelamin perempuan sejak dini hari dan masih dalam proses identifikasi oleh tim DVI. Proses identifikasi dilakukan dengan mencocokkan data ante mortem dari keluarga dengan data post mortem hasil pemeriksaan forensik. Prima menekankan pentingnya kehadiran keluarga korban untuk mempercepat proses identifikasi.
RS Polri terus melakukan rekonsiliasi data dari keluarga korban agar identitas korban dapat segera dipastikan. Pihak rumah sakit juga masih membuka layanan bagi keluarga lain yang belum melapor dan mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera datang ke Posko Ante Mortem di RS Polri Kramat Jati.
PT KAI Konfirmasi Korban Meninggal Dunia Bertambah Menjadi 14 Orang
PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengonfirmasi bahwa korban meninggal dunia akibat tabrakan antara kereta Commuter Line dan kereta jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur bertambah menjadi 14 orang. Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan bahwa hingga pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia.
Korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut, sementara 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan. RS Polri terus melakukan identifikasi atas jenazah korban dan berharap dapat mengumumkan hasil sementara identifikasi dalam waktu dekat dengan adanya bantuan data dari keluarga korban.
