Puslabfor Dalami Kaitan Berhenti Mesin Taksi Green SM dengan Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengungkapkan bahwa Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) akan menyelidiki hubungan antara berhenti beroperasinya mesin taksi Green SM dengan peristiwa kecelakaan kereta di Bekasi Timur yang melibatkan perlintasan rel kereta bermuatan listrik. Investigasi ini dilakukan karena mesin taksi beralih ke posisi parkir (P) saat berada di atas rel, mengakibatkan kecelakaan yang menewaskan 16 orang penumpang.
Driver Taksi Listrik Masih Saksi, Tidak Konsumsi Alkohol
Dalam kasus ini, sopir taksi listrik berinisial RRP dinyatakan negatif mengonsumsi alkohol melalui tes urine dan masih berstatus sebagai saksi. RRP baru bekerja selama tiga hari sebelum kejadian, setelah menjalani pelatihan singkat selama satu hari yang hanya mencakup pengenalan dasar fitur mobil listrik. Meskipun sudah menjalani dua kali pemeriksaan, statusnya masih belum berubah.
Kronologi Kecelakaan yang Menewaskan 16 Orang
Kecelakaan tersebut dipicu oleh mogoknya taksi Green SM di perlintasan sebidang akibat gangguan sistem kelistrikan. Mobil tersebut kemudian tertabrak oleh KRL, dan mengakibatkan satu rangkaian KRL tujuan Cikarang terhenti darurat di Stasiun Bekasi Timur. Ironisnya, saat dalam keadaan berhenti, rangkaian KRL malah ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek, menambah daftar korban tewas dan luka-luka.
