Kadar Kolesterol Meningkat Diam-diam, Benarkah?
Jakarta – Kadar kolesterol dalam tubuh seringkali meningkat tanpa gejala yang jelas. Hal ini dapat menyebabkan penumpukan plak di arteri, meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Selain faktor diet, ada beberapa faktor lain yang dapat mempengaruhi peningkatan kadar kolesterol, seperti faktor genetika, pola tidur, dan peradangan kronis.
Faktor Genetika Dan Kolesterol
Menurut dokter ahli jantung Bharat Sangani, MD dan Nathaniel Lebowitz MD, faktor genetika sering kali diabaikan sebagai penyebab peningkatan kadar kolesterol. Lipoprotein (a) atau Lp(a) yang tinggi adalah contoh faktor genetik yang dapat meningkatkan risiko kardiovaskular, bahkan jika kadar kolesterol rutin terlihat normal. Lp(a) adalah partikel kolesterol lengket yang dapat memicu pembekuan dan peradangan di arteri, mempercepat penumpukan plak.
Pola Tidur Dan Pengaruhnya Terhadap Kolesterol
Kualitas tidur juga dapat memengaruhi kadar kolesterol dalam tubuh. Kurangnya istirahat berkualitas dapat mengganggu hormon yang mengatur metabolisme, menyebabkan perubahan yang tidak menguntungkan pada kolesterol. Kurang tidur dapat meningkatkan kadar hormon stres seperti kortisol, meningkatkan kolesterol LDL, penambahan berat badan, dan mengganggu pengaturan nafsu makan.
Michelle Routhenstein, M.S., RD, CDCES menekankan pentingnya tidur berkualitas dalam mengelola kadar kolesterol. Peningkatan kadar kortisol dapat meningkatkan LDL, menambah berat badan, dan mengganggu proses tubuh dalam membersihkan kolesterol dari aliran darah.
Peradangan Kronis Dan Kolesterol
Peradangan kronis akibat kondisi kesehatan tertentu juga dapat mempengaruhi kadar kolesterol tubuh. Gangguan autoimun, penyakit gusi, atau infeksi kronis dapat mengubah cara tubuh mengelola kolesterol, meningkatkan risiko penumpukan plak di arteri. Peradangan kronis dapat menyebabkan kerusakan pada dinding arteri dan mengubah proses tubuh dalam memproses lemak.
Para ahli menekankan pentingnya pemeriksaan profil lemak berkala, pola tidur teratur, hidup sehat, dan manajemen stres dalam mengendalikan kadar kolesterol tubuh. Semua upaya ini dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke akibat peningkatan kadar kolesterol yang tidak disadari.
