Situs Ndalem Pojok Kediri: Jejak Masa Kecil Bung Karno dan Pergantian Nama Soekarno
Di balik suasana tenang Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, terdapat sebuah rumah tua yang menjadi bagian penting dari sejarah Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno. Situs Ndalem Pojok Kediri kini menjadi destinasi wisata sejarah dan pusat pembinaan karakter kebangsaan.
Tempat Bung Karno Kecil Menjalani Pengobatan
Situs Ndalem Pojok dipercaya sebagai tempat di mana Bung Karno kecil dirawat dan berganti nama dari Kusno Sosrodihardjo menjadi Soekarno. Bung Karno tinggal di sana sejak usia sekitar dua tahun bersama kedua orang tuanya hingga nama Kusno diganti.
Rumah tersebut merupakan kediaman ayah angkat Bung Karno, Denmas Mendung, yang dikenal sebagai tabib dengan kemampuan pengobatan tradisional.
Rumah Bersejarah dengan Jejak Keraton Surakarta
Bangunan Ndalem Pojok memiliki sejarah yang lebih tua daripada masa kecil Bung Karno. Dibangun pada sekitar tahun 1850-an oleh Raden Mas Panji Soemohatmodjo, tokoh yang memiliki hubungan dengan Keraton Surakarta.
Hubungan keluarga Ndalem Pojok dengan keluarga Bung Karno tidak hanya sebagai ayah angkat dan anak angkat, tetapi keduanya memiliki garis kekerabatan yang membuat mereka dekat sejak lama.
Dari Kusno Menjadi Soekarno
Salah satu ruangan yang menarik pengunjung adalah kamar masa kecil Bung Karno di Ndalem Pojok. Di ruangan tersebut, terjadi pergantian nama Kusno Sosrodihardjo menjadi Soekarno, yang kemudian menjadi Presiden pertama Indonesia.
Setelah pergantian nama itu, kondisi kesehatan Bung Karno membaik dan ia tumbuh menjadi tokoh besar yang memimpin perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Kerap Dikunjungi Keluarga Bung Karno
Selain menjadi destinasi wisata sejarah, Ndalem Pojok juga sering dikunjungi oleh keluarga Presiden Soekarno. Beberapa di antaranya adalah Inggit Garnasih, Guruh Soekarnoputra, Puti Guntur Soekarno, Romy Soekarno, dan Megawati Soekarnoputri.
Selain itu, wisatawan mancanegara juga tertarik mengunjungi situs ini setelah berziarah ke makam Bung Karno di Blitar untuk lebih mengenal perjalanan hidup Sang Proklamator.
Menjadi Ruang Pembelajaran Kebangsaan
Selain sebagai destinasi wisata, Ndalem Pojok Kediri juga digunakan sebagai tempat kegiatan kebudayaan, refleksi kebangsaan, pembinaan karakter, dan dialog lintas agama. Setiap Juni, berbagai kegiatan sejarah dan diskusi kebangsaan diadakan di sana, sementara peringatan besar dilakukan pada bulan Agustus.
Situs Ndalem Pojok diharapkan dapat terus menjadi wadah pendidikan karakter bagi generasi muda, seperti yang diinginkan oleh salah satu keluarga pengelola situs, Raden Ayu Suratmi atau Yangti.
Tempat itu menjadi saksi sejarah penting yang mengingatkan bahwa Indonesia dibangun di atas nilai ketuhanan, kemanusiaan, dan kecintaan terhadap tanah air yang harus dijaga dan diwariskan dari generasi ke generasi.
