Fenomena Embun Upas Bromo: Tanda Musim Kemarau di Bromo

Fenomena Embun Upas Bromo Muncul di Awal Musim Kemarau 2026

Probolinggo (beritajatim.com) – Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kembali disaksikan fenomena alam yang memukau, yakni embun upas. Pada musim kemarau tahun 2026, kristal es mulai menyelimuti lautan pasir dan vegetasi di sekitar Gunung Bromo. Fenomena langka ini pertama kali terlihat pada Rabu (10/6/2026) dan kembali muncul pada Kamis (11/6/2026) pagi.

Menariknya Fenomena Embun Upas Bromo

Turunnya suhu udara di kawasan TNBTS, bahkan mendekati 5 derajat Celsius pada dini hari, menjadi penyebab munculnya embun upas ini. Kristal es putih menghiasi dedaunan, rerumputan, dan pasir di sekitar gunung. Momen ini sangat diminati oleh para wisatawan yang tengah menikmati keindahan matahari terbit di Bromo.

“Pagi ini embun upas telah menjalar ke lautan pasir, bukan hanya di dedaunan. Ini adalah momen pertama di tahun 2026 dan disambut antusias oleh pengunjung,” kata pemandu wisata Bromo Day, Choirul Umam, pada Kamis (11/6/2026).

Fenomena Alam Unik yang Tidak Selalu Terjadi

Embun upas ini biasanya muncul pada bulan Juni hingga Agustus saat musim kemarau melanda kawasan Tengger dengan suhu udara yang rendah. Namun, tidak setiap hari embun upas ini muncul. Cuaca dan suhu udara memengaruhi kemunculannya, sehingga menjadi keberuntungan tersendiri bagi para wisatawan.

Umam juga menyarankan para pengunjung datang sebelum matahari terbit, sekitar pukul 05.30 WIB, untuk bisa menikmati embun upas. Pasalnya, kristal es ini hanya bertahan sebentar setelah matahari muncul. Antusiasme wisatawan terlihat dari banyaknya orang yang turun ke lautan pasir untuk menyaksikan fenomena langka ini.

Bukan hanya wisatawan lokal, Ni Putu Suryani dari Bali pun merasa terkesan dengan keindahan embun upas yang jarang terjadi di Indonesia. Sensasi berjalan di atas lapisan es tipis di lautan pasir menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi para pengunjung.

Peringatan dan Saran untuk Pengunjung

Bagi wisatawan yang ingin menyaksikan embun upas ini, disarankan untuk memantau prakiraan cuaca terlebih dahulu. Fenomena ini cenderung muncul ketika suhu udara sangat rendah, khususnya di sekitar 5 derajat Celsius pada dini hari.

Sebagai langkah antisipasi, pengunjung disarankan untuk mengenakan pakaian hangat berlapis seperti jaket tebal, sarung tangan, penutup kepala, dan kaus kaki. Hal ini untuk mengatasi suhu dingin di kawasan pegunungan Bromo. Jadi, jangan lupa, kunjungi Bromo sebelum matahari terbit, agar dapat merasakan langsung keindahan embun upas yang langka ini.

Source link