Presiden AS Donald Trump dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk melancarkan serangan militer lebih lanjut terhadap Iran yang ditujukan ke pembangkit listrik dan jembatan, menurut laporan yang diungkapkan oleh Fox News pada Rabu.
Ancaman Serangan Terhadap Iran
Trump dilaporkan mempertimbangkan langkah tersebut karena merasa Iran terlalu lama dalam proses negosiasi dengan Amerika Serikat. Melalui unggahan di Truth Social, Trump menyinggung bahwa Iran terlambat dan harus menanggung konsekuensinya.
Sebelumnya, Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan telah meluncurkan serangan terhadap Iran sebagai balasan atas serangan terhadap helikopter Apache milik mereka. Serangan itu menyasar fasilitas pertahanan udara, stasiun kendali darat, dan lokasi radar di sekitar Selat Hormuz.
Eskalasi Konflik AS-Iran
Pada Februari lalu, AS dan Israel melakukan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di ibu kota Teheran, yang mengakibatkan kerusakan besar dan menewaskan warga sipil. Sebagai balasannya, Iran melancarkan serangan terhadap Israel dan pangkalan militer AS di Timur Tengah.
Meskipun gencatan senjata diumumkan pada bulan April, namun pembicaraan lanjutan di Islamabad tidak menghasilkan kemajuan signifikan. Negosiasi saat ini masih berjalan, fokus pada penyusunan kerangka kesepakatan antara kedua negara.
Saat ini, sementara proses diplomasi masih berlangsung, kedua belah pihak tetap terlibat dalam serangan terbatas yang saling dilancarkan secara sporadis.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
