Pentingnya Skrining Kesehatan Saluran Kemih Bagi Pria Produktif
Menjalani gaya hidup modern yang minim bergerak, tingkat stres yang tinggi, dan faktor genetik dapat menyebabkan banyak pria di usia produktif mengalami gangguan pada saluran kemih. Hal ini diungkapkan oleh spesialis Urologi Eka Hospital MT Haryono, dr. Dyandra Parikesit, di Tangerang.
Faktor Risiko Gangguan Saluran Kemih pada Pria Muda
Salah satu tindakan pencegahan yang penting adalah melakukan skrining kesehatan urologi berdasarkan usia. Pada usia 30 tahun, pria umumnya fokus pada program kehamilan dan kesehatan reproduksi karena berada di masa produktif dan karier. Tekanan pekerjaan, kebiasaan merokok, dan gaya hidup tidak sehat dapat menjadi pemicu gangguan urologi.
Analisis sperma diperlukan bagi pria yang merencanakan kehamilan untuk mengevaluasi kualitas sperma. Selain itu, varikokel juga perlu dideteksi sejak dini karena dapat menjadi penyebab infertilitas.
Pencegahan dan Skrining bagi Pria Usia 45 Tahun Keatas
Pada usia 45 tahun ke atas, penting untuk mengevaluasi fungsi seksual dan prostat karena terjadi penurunan hormon testosteron dan elastisitas jaringan saluran kemih. Disfungsi ereksi bisa menjadi tanda adanya kerusakan pembuluh darah yang berkaitan dengan penyakit lain seperti penyumbatan pembuluh darah.
Pemeriksaan rutin fungsi ginjal juga diperlukan untuk memantau kesehatan ginjal. Gejala-gejala seperti kesulitan berkemih, sering buang air kecil di malam hari, dan melemahnya aliran urin harus diperhatikan.
Bagi pria usia 50 tahun ke atas, pemeriksaan kesehatan saluran kemih setiap tahun sangat dianjurkan. Pemeriksaan darah untuk mengukur kadar protein PSA dan uroflowmetry untuk mengukur kelancaran buang air kecil adalah beberapa di antaranya.
Jangan menunda skrining kesehatan urologi meskipun tidak merasakan keluhan nyata. Tindakan ini dapat membantu menjaga fungsi reproduksi, seksual, dan sistem ekskresi urin pria hingga usia lanjut, sesuai dengan rekomendasi dr. Dyandra Parikesit.
