Aliran Modal Asing ke Indonesia Meningkat Pasca Kenaikan BI-Rate
Jakarta (ANTARA) – Bank Indonesia (BI) mencatat aliran masuk modal asing ke Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Surat Berharga Negara (SBN) mencapai Rp19,02 triliun pada 10 dan 11 Juni 2026 setelah BI-Rate naik menjadi 5,50 persen.
Inflow nonresiden ke SRBI dan SBN masing-masing Rp15,11 triliun dan Rp3,91 triliun.
Perkembangan Positif Pasca Kenaikan BI-Rate
Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, mengungkapkan bahwa aliran masuk modal asing mengalami perkembangan positif setelah kenaikan BI-Rate. Hal tersebut didukung oleh daya tarik instrumen keuangan domestik.
Destry juga menyebutkan bahwa obligasi internasional Danantara berhasil memperoleh penjualan perdananya sebesar Rp26,9 triliun. Ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap aset-aset domestik.
Respons Pasar dan Kebijakan Bank Sentral
Nilai tukar rupiah pada 12 Juni menguat 0,84 persen dibandingkan dengan 5 Juni 2026, mencerminkan respons positif pasar terhadap kebijakan bank sentral Indonesia.
Kebijakan tersebut antara lain meliputi kenaikan BI-Rate, penguatan struktur suku bunga SRBI, insentif hedging swap bagi investor asing, akses repo untuk likuiditas perbankan, dan peningkatan operasi moneter rupiah dan valuta asing.
Langkah-langkah tersebut didukung oleh sinergi erat antara Bank Indonesia dan pemerintah.
Ketahanan Eksternal dan Kerja Sama Keuangan
Ketahanan eksternal Indonesia semakin diperkuat melalui kerja sama keuangan dengan People’s Bank of China (PBOC) dan Hong Kong Monetary Authority (HKMA).
Kerja sama tersebut mencakup penguatan BCSA, penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral melalui LCT, dan mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah.
Bank Indonesia akan terus hadir di pasar, mengoptimalkan instrumen kebijakan, memperkuat koordinasi dengan pemerintah, dan pemangku kepentingan demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan ketahanan eksternal perekonomian Indonesia.
Dengan berbagai langkah ini, rupiah diyakini akan terus menguat terhadap dolar AS sesuai dengan kondisi fundamentalnya.
Baca juga: BI: Rupiah terus menguat pascakenaikan BI-Rate jadi 5,5 persen
Baca juga: BNI cermati potensi dampak kenaikan BI-Rate ke permintaan kredit
Baca juga: Bank Mandiri: Penyesuaian suku bunga akan mengacu kondisi pasar
