Presiden Prabowo Meminta Dukungan Jerman untuk Finalisasi IEU-CEPA
Presiden Prabowo Subianto meminta Presiden Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier untuk mendukung finalisasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA). Dalam pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Presiden Prabowo menekankan pentingnya kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Jerman dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
Peran Strategis IEU-CEPA dalam Peningkatan Perdagangan dan Investasi
Presiden Prabowo menyatakan bahwa IEU-CEPA memiliki peran strategis dalam meningkatkan perdagangan dan investasi antara Indonesia dan negara-negara Eropa, terutama Jerman. Keberhasilan finalisasi perjanjian ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi dunia usaha di kedua belah pihak.
“Kami berharap perjanjian Indonesia-EU-CEPA bisa mencapai kesimpulan substantif,” ungkap Presiden Prabowo, menegaskan komitmen untuk memperluas kerja sama ekonomi lintas negara.
Strengthening Economic Cooperation through CITA Program
Selain melalui perundingan IEU-CEPA, kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Jerman juga diperkuat melalui program Competitiveness Industrial Modernization and Trade Acceleration Program (CITA). Program ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing industri, modernisasi sektor manufaktur, serta mempercepat pengembangan perdagangan dan investasi antara kedua negara.
Pemerintah Indonesia yakin bahwa penguatan kemitraan dengan negara-negara Eropa, termasuk Jerman, akan membuka peluang pasar yang lebih luas, mendorong investasi berkualitas, dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Presiden Prabowo dan Presiden Steinmeier menegaskan pentingnya kolaborasi antara Indonesia dan Jerman dalam menghadapi dinamika global terkini, serta menegaskan komitmen mereka untuk terus memperkuat hubungan bilateral di berbagai bidang.
