Kirab Hasil Bumi di Dusun Jati, Kediri: Menjaga Tradisi dan Kebersamaan
Ratusan warga Dusun Jati, Desa Krenceng, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, mengikuti Kirab Hasil Bumi dalam rangka bersih dusun dan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Tradisi tahunan ini menjadi simbol rasa syukur atas hasil panen sekaligus penghormatan kepada leluhur yang berjasa membuka wilayah tersebut.
Kirab Budaya Warnai Peringatan Tahun Baru Islam
Dengan mengenakan pakaian adat Jawa, warga berjalan bersama mengarak tumpeng dan hasil bumi menuju Makam Pepunden Dusun Jati, Ki Ageng Manis. Partisipasi dari berbagai kalangan masyarakat dan jajaran perangkat Desa Krenceng menjadi daya tarik tersendiri.
Makam Ki Ageng Manis Jadi Titik Sakral Kirab
Kirab berakhir di Makam Ki Ageng Manis yang merupakan tokoh pembabat berdirinya Dusun Jati. Penghormatan kepada Ki Ageng Manis sebagai bagian dari sejarah dusun tersebut selalu menjadi fokus utama dalam setiap prosesi kirab hasil bumi.
Tradisi sedekah bumi dilakukan sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat dan rezeki melalui hasil pertanian yang menjadi sumber penghidupan masyarakat. Kirab tersebut juga memberikan pengingat akan pentingnya gotong royong dan kebersamaan dalam mengelola hasil bumi.
Makna bersih dusun tidak hanya sebatas membersihkan lingkungan fisik, tetapi juga menjadi kesempatan untuk introspeksi diri, memperkuat hubungan sosial, dan mendekatkan diri kepada Tuhan melalui doa bersama. Semangat kebersamaan dan kerukunan menjadi pesan utama yang terus diwariskan generasi demi generasi.
Kepala Desa Krenceng mengekspresikan apresiasi kepada masyarakat yang menjaga tradisi tersebut sebagai wujud pelestarian budaya dan penguatan hubungan sosial. Camat Kepung juga memberikan pujian terhadap kekompakan dan semangat gotong royong yang masih terjaga di Dusun Jati.
Rangkaian acara kirab hasil bumi dilengkapi dengan kenduri bersama serta pertunjukan wayang kulit sebagai penutup kegiatan. Hal ini menjadi upaya masyarakat Dusun Jati dalam melestarikan budaya warisan leluhur agar tetap hidup dan dicintai oleh generasi muda.
