ARTJOG 2026: Panggung Seni Kontemporer Terbesar di Indonesia
Pada Jumat (19/6/2026), ARTJOG 2026, festival seni kontemporer terbesar di Indonesia, resmi dibuka di Jogja National Museum, Yogyakarta. Tidak hanya menampilkan puluhan karya seniman dari berbagai generasi, ARTJOG juga menjadi sorotan karena polemik hangat yang melibatkan Didit Hediprasetyo Foundation (DHF), yayasan milik anak Presiden Prabowo Subianto, Didit Hediprasetyo.
Antisipasi Penyelenggara terhadap Polemik DHF
Cekatan menanggapi polemik, CEO ARTJOG, Heri Pemad, memastikan pihak manajemen telah berkomunikasi dengan DHF secara intensif untuk menyelesaikan isu tersebut. Meskipun perbincangan hangat terus berkembang di media sosial, festival tetap berjalan sesuai agenda dengan fokus utama memberikan ruang apresiasi dan dialog seni bagi masyarakat luas.
ARS LONGA: Generatio sebagai Tema Pembuka Trilogi
ARTJOG 2026 menjadi awal dari konsep besar yang akan berlangsung selama tiga tahun ke depan melalui tema ARS LONGA Trilogia. Tema “ARS LONGA: Generatio” mengajak publik untuk merenungkan hubungan antargenerasi dalam kehidupan sosial maupun praktik berkesenian, serta mengangkat seni sebagai medium pembelajaran, refleksi, dan proses penyembuhan di tengah cepatnya perubahan zaman.
Karya seniman Roby Dwi Antono, “GENERATIO: CYCLUS VITAE”, menjadi salah satu daya tarik utama ARTJOG 2026. Melalui instalasi patung dan ruang imersif, pengunjung diajak merenungkan pemahaman akan pewarisan pengalaman psikologis antargenerasi. Dengan konsep yang terbagi menjadi tiga bagian, pengalaman ini diharapkan dapat membuka diskusi mengenai hubungan manusia, sejarah, dan masa depan.
