Pemprov Papua Selatan Terus Lakukan Pelestarian Budaya Melalui Pagelaran Wayang Kulit
Di Jayapura, Wakil Gubernur Papua Selatan Paskalis Imadawa menyebutkan bahwa pagelaran Wayang Kulit yang baru-baru ini diselenggarakan oleh warga Kampung Waninggap Say di Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke, merupakan upaya konkret dalam melestarikan budaya daerah.
Simbol Dewi Sri: Makna Kekayaan dan Kemakmuran
Melalui siaran pers yang diterima di Jayapura pada Kamis, Wakil Gubernur Paskalis menjelaskan bahwa simbol Dewi Sri yang terdapat dalam pagelaran wayang kulit tersebut melambangkan kemakmuran dan kekayaan yang harus dijaga dengan baik. Selain itu, melalui pagelaran ini, diharapkan dapat meningkatkan rasa persatuan dan kerukunan antarwarga di Papua Selatan.
Paskalis mengajak masyarakat Papua Selatan untuk menjaga kekayaan yang telah diberikan Tuhan, serta menghargai makanan sebagai bagian dari rasa syukur atas berkat yang diterima. Dia juga menekankan pentingnya memberikan pemahaman kepada generasi muda akan nilai kerja keras petani dan pentingnya makanan sebagai simbol kehidupan.
Momentum Menghargai Kekayaan dan Kebahagiaan Bersama
Agar kekayaan alam dan budaya Papua Selatan tetap terjaga, Pemprov terus mendorong kegiatan pelestarian budaya seperti pagelaran wayang kulit ini. Dengan mengenalkan simbol Dewi Sri dan maknanya kepada masyarakat, diharapkan kesadaran akan pentingnya merawat kekayaan tersebut akan semakin meningkat.
Pagelaran wayang kulit merupakan salah satu bentuk apresiasi terhadap warisan budaya yang perlu dilestarikan untuk generasi mendatang. Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan rasa cinta dan kepedulian terhadap budaya daerah akan terus tumbuh dan berkembang di kalangan masyarakat Papua Selatan.
