Upaya perdamaian antara Iran dan AS di tengah tekanan terus berlanjut, meski diselingi dengan ancaman Presiden AS Donald Trump yang terus menunjukkan ketegangan antara kedua negara.
Perundingan Berlanjut Meski Tegang
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeli Baghaei, menjelaskan bahwa meskipun Trump mengancam akan kembali menyerang Iran, dialog antara Iran dan AS di Swiss tetap berjalan tanpa terganggu. Pertemuan teknis antara kedua negara dengan mediator dari Pakistan dan Qatar berlangsung di resor Burgenstock, Swiss, pada Minggu (21/6) tanpa hambatan berarti.
Dilansir dari laman ANTARA, delegasi Iran sempat meninggalkan ruangan setelah ancaman Trump, namun Baghaei menegaskan bahwa perundingan masih berlanjut dan kedua belah pihak terus menuju kesepakatan, meski dalam situasi yang diwarnai ketegangan.
Memorandum Damai dan Tantangan di Depan
Pada malam 18 Juni, Iran dan AS sepakat menandatangani memorandum secara jarak jauh yang mencoba mengakhiri konflik militer yang telah berlangsung sejak Februari lalu. Salah satu poin penting dalam memorandum tersebut adalah penarikan blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran dan pemulihan pelayaran di Selat Hormuz.
Namun, tantangan besar masih di depan keduanya untuk menjaga proses perdamaian. Ancaman Trump dan sikap keras kedua negara menjadi ujian sekaligus peluang untuk menyelesaikan ketegangan yang telah berlangsung cukup lama.
