KRI Bima Suci: Stategi Diplomasi Maritim di Jepang




KRI Bima Suci Sandar di Jepang, Perkuat Diplomasi Maritim

KRI Bima Suci Berlabuh di Jepang, Momentum Strategis Diplomasi Maritim

Kapal Republik Indonesia (KRI) Bima Suci berlabuh di Dejima Pier, Nagasaki, Jepang, dan menjadi momentum strategis untuk memperkuat diplomasi maritim kedua negara. Kehadiran kapal ini menandai upaya mempererat hubungan antar-masyarakat serta menjadi simbol persahabatan yang kuat antara Indonesia dan Jepang.

Diplomasi Maritim Melalui KRI Bima Suci

Dubes Kartini Sjahrir menyatakan bahwa kehadiran KRI Bima Suci di Jepang adalah bagian dari misi Muhibah Diplomasi Duta Bangsa dan Latihan Praktik Kartika Jala Krida (Lattek KJK) 2026. Selain sebagai kunjungan muhibah, kedatangan kapal tersebut juga mencerminkan hubungan kerja sama dan persahabatan yang kuat antara kedua negara yang sudah berusia hampir 70 tahun.

Dalam mewujudkan misi diplomasi maritim Indonesia, KRI Bima Suci bertujuan mempererat upaya membangun kepercayaan dan kerja sama di bidang maritim antara Indonesia dan Jepang. Hal ini menjadi krusial bagi hubungan kedua negara, sebagaimana dibicarakan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan PM Sanae Takaichi pada kunjungan ke Jepang awal tahun ini.

Peran Penting Kunjungan Internasional KRI Bima Suci

Menurut Komandan KRI Bima Suci, Letkol Laut Sugeng Hariyanto, rentetan kunjungan internasional tersebut memiliki peran vital bagi masa depan prajurit matra laut. Kunjungan ke Nagasaki menjadi momen penting dalam mempererat persahabatan antarnegara sekaligus memberikan pengalaman internasional berharga bagi para taruna AAL sebagai calon pemimpin masa depan TNI AL.

Rear Admiral Ogawa Kunio dari Japan Maritime Self-Defense Force (JMSDF) juga menegaskan pentingnya kerja sama maritim antara Indonesia dan Jepang. Indonesia dan Jepang memiliki kesamaan sebagai negara kepulauan, sehingga kerja sama maritim menjadi keharusan di tengah tantangan geopolitik global dan regional saat ini.

Sebelum kunjungan ke Jepang, KRI Bima Suci telah mengunjungi sejumlah negara seperti China, Korea Selatan, dan Rusia. Setelah Jepang, kapal ini akan melanjutkan pelayaran ke Manila, Filipina, sebagai bagian dari pelayaran Muhibah Diplomasi Duta Bangsa Satlat Kartika Jala Krida (KJK) 2026.

Copyright © ANTARA 2026


Source link