Pemkot Jayapura Ajak Kampung Adat Lestarikan Bahasa Daerah Melalui Buku Cerita Rakyat
Pemerintah Kota Jayapura, Papua, mengajak masyarakat di 10 kampung adat untuk melestarikan bahasa daerah agar generasi muda tetap mengenal warisan budaya. Salah satu cara yang dilakukan adalah melalui kegiatan penyusunan dan penulisan buku cerita rakyat, seperti yang dilakukan dalam kegiatan penyusunan buku cerita rakyat Port Numbay.
Pentingnya Pelestarian Bahasa dan Budaya Daerah
Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Jayapura, Evert Merauje, menjelaskan bahwa penyusunan buku cerita rakyat merupakan langkah nyata dalam mengabadikan cerita-cerita yang selama ini hanya diwariskan secara lisan. Cerita rakyat bukan hanya sekadar kisah turun-temurun, melainkan juga warisan budaya yang mengandung nilai-nilai luhur, kearifan lokal, identitas budaya, dan sejarah masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Pemkot Jayapura ingin membangun jembatan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan, sebagai bukti bahwa Kota Jayapura memiliki kekayaan budaya yang patut dijaga dan dibanggakan.
Tim Penyusun dan Dukungan Pemkot Jayapura
Pihak Pemkot Jayapura berharap agar tim penyusun buku cerita melibatkan generasi muda dalam proses penulisan, mulai dari ilustrasi, penerjemahan, hingga pengisian audio agar buku cerita menjadi lebih menarik dan mudah dipahami. Dukungan ini merupakan bagian dari upaya Pemkot Jayapura dalam pelestarian bahasa dan budaya daerah.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Grace Linda Yoku, menekankan bahwa penulisan cerita rakyat merupakan langkah strategis untuk melestarikan bahasa daerah dan memastikan cerita-cerita rakyat di kampung adat terdokumentasi dengan baik untuk diwariskan secara turun temurun.
Buku cerita rakyat diharapkan dapat menjadi sumber pembelajaran dan media penumbuh rasa bangga terhadap warisan budaya bagi pelajar, pendidik, peneliti, dan masyarakat luas.
