Penertiban data kependudukan di Jakarta mulai memasuki tahap yang lebih konkret. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menonaktifkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) warga yang datanya dinilai tidak lagi sesuai, dan prosesnya dijadwalkan berjalan bertahap mulai April 2024.
Dimulai dari data warga yang sudah meninggal
Budi menyampaikan, tahap awal penonaktifan akan menyasar warga yang sudah meninggal dunia, tetapi NIK mereka masih tercatat aktif. Hingga saat ini, pendataan masih terus dilakukan untuk memastikan data yang akan ditertibkan benar-benar akurat.
“Ia yang meninggal sebanyak 81 ribu orang, kemudian yang rumah tangganya dihapuskan sebanyak 13 ribu. Mulai April, kami akan melakukannya secara bertahap setiap bulannya. Sehingga masyarakat dapat memeriksa datanya,” ujar Budi.
Sosialisasi sudah berjalan sejak akhir 2023
Menurut Budi, langkah ini bukan kebijakan mendadak. Sosialisasi telah dilakukan sejak akhir 2023, sementara Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) terus melakukan pendataan terhadap warga Jakarta yang data de jure dan de facto-nya tidak lagi sejalan dengan NIK yang tercatat.
Situasi yang dimaksud mencakup warga yang keberadaannya tidak diketahui hingga mereka yang sudah meninggal dunia, tetapi masih tercatat dalam sistem kependudukan. Pemerintah ingin memastikan basis data kependudukan tetap bersih dan sesuai kondisi sebenarnya.
Tidak menyasar warga yang memang tinggal sementara di luar Jakarta
Di sisi lain, Budi menegaskan bahwa penertiban ini tidak akan dikenakan kepada warga yang bekerja, tinggal, atau menempuh pendidikan di luar kota maupun luar negeri. Mereka tetap diperlakukan sesuai ketentuan domisili dan tidak otomatis masuk dalam daftar penonaktifan.
Hal yang sama juga berlaku bagi warga yang masih memiliki aset atau rumah di Jakarta. Dengan begitu, penertiban difokuskan pada data yang benar-benar bermasalah, bukan pada mobilitas warga yang sah dan masih memiliki keterkaitan administratif dengan ibu kota.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.
