BRIN melakukan penelitian terhadap patahan besar RMKS di sekitar kota besar Jawa Tengah-Jawa Timur

BRIN Kaji Patahan Besar RMKS di Sekitar Wilayah Padat Penduduk Jawa

BRIN mulai menaruh perhatian serius pada patahan besar Rembang-Madura-Kangean-Sakala atau RMKS yang berada di kawasan dekat kota-kota besar di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kajian ini dipandang penting karena keberadaan sesar tersebut menyangkut potensi ancaman kebencanaan di wilayah yang padat penduduk dan terus berkembang.

Fokus Kajian pada Karakteristik dan Ancaman Sesar

Kepala Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Adrin Tohari, mengatakan lembaganya akan melakukan penelitian untuk memahami karakteristik patahan RMKS, termasuk ancaman yang mungkin ditimbulkan. Menurut dia, patahan itu memang sudah bisa dikenali dari peta geologi, tetapi banyak hal penting yang masih belum terjawab, terutama soal periode ulang aktivitas dan apakah segmen-segmen patahan tersebut pernah bergerak.

“(Patahan) itu juga perlu kami lakukan pengujian. Banyak yang belum bisa kita ketahui dan pahami terkait sesar-sesar di Pulau Jawa tentunya (kajian) itu menjadi hal yang sangat penting,” kata Adrin.

Mitigasi Dinilai Tak Bisa Ditunda

Adrin menegaskan, kajian ilmiah semacam ini tidak cukup berhenti pada pemetaan. Ia menilai dukungan pemerintah daerah juga dibutuhkan agar langkah mitigasi bisa disiapkan lebih awal dan tidak berujung pada besarnya korban jiwa jika aktivitas patahan benar-benar terjadi.

Dengan posisi patahan yang berada di sekitar kawasan permukiman besar, hasil riset diharapkan bisa menjadi dasar bagi pemerintah dan masyarakat untuk lebih memahami risiko yang mengintai. BRIN pun menempatkan penelitian ini sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan di wilayah Jawa yang selama ini dikenal rentan terhadap ancaman geologi.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

Pewarta: Sugiharto Purnama
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2024