Anak Penjahit dan Ibunya Berjuang Melawan Thalasemia dan Cerebral Palsy

Padalarang, Jawa Barat — Di sebuah rumah sederhana di Padalarang, perjuangan seorang ibu dan anak berlangsung tanpa banyak sorotan. Imas menjalani hari-harinya sambil merawat Hilman, putranya yang hidup dengan thalasemia dan cerebral palsy. Sejak lahir, Hilman tidak bisa mendengar maupun berbicara, sementara kebutuhan perawatannya menuntut perhatian penuh setiap hari.

Merawat Anak dengan Kondisi Ganda

Hilman memang masih dapat menggerakkan tubuhnya, tetapi keterbatasan fisik dan gangguan perkembangan yang dialaminya membuat aktivitas sehari-hari tak bisa dijalani sendiri. Kondisinya semakin berat karena ia juga mengidap thalasemia sejak lahir. Bagi Imas, situasi itu bukan sekadar ujian kesehatan, melainkan tanggung jawab besar yang harus dipikul seorang diri sejak suaminya meninggal dunia ketika Hilman baru lahir.

Imas mengenang masa kehamilannya sebagai periode yang penuh kecemasan. Meski begitu, ia memilih menerima keadaan putranya apa adanya. Dalam keyakinannya, Hilman bukan beban, melainkan amanah yang harus dijaga sebaik mungkin. Ia bahkan meyakini anaknya akan menjadi perantara baginya di akhirat nanti.

Menjahit untuk Bertahan Hidup

Untuk menyambung hidup, Imas mengandalkan pekerjaan menjahit. Dari pekerjaan itulah ia berusaha memenuhi kebutuhan harian sekaligus biaya perawatan Hilman. Namun, kondisi tubuhnya kini tak lagi sekuat dulu. Penglihatannya mulai menurun dan staminanya ikut melemah, meski ia tetap memaksakan diri agar Hilman tidak kekurangan perhatian.

Di sisi lain, kebutuhan medis Hilman juga tidak ringan. Ia harus menjalani transfusi darah secara rutin di Rumah Sakit Hasan Sadikin. Di tengah biaya hidup yang terus berjalan, beban itu membuat Imas harus membagi tenaga, waktu, dan penghasilan dengan sangat ketat.

Harapan yang Bertumpu pada Uluran Tangan

Dalam situasi seperti ini, bantuan dari luar menjadi sangat berarti bagi Imas dan Hilman. Dukungan masyarakat dapat membantu meringankan kebutuhan sehari-hari sekaligus menunjang perawatan yang tidak bisa ditunda. Kisah mereka memperlihatkan bahwa di balik ketegaran seorang ibu, ada perjuangan panjang yang kerap berlangsung dalam diam.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.