AC Milan Resmi Perkenalkan Pelatih Baru Pengganti Stefano Pioli

AC Milan Resmi Perkenalkan Paulo Fonseca sebagai Pengganti Stefano Pioli

AC Milan akhirnya mengambil langkah baru untuk memulai era berbeda. Pada Kamis, 13 Juni 2024, klub berjuluk I Rossoneri itu resmi menunjuk Paulo Fonseca sebagai pelatih kepala baru dengan kontrak berdurasi tiga tahun. Keputusan ini sekaligus mengakhiri spekulasi soal siapa sosok yang akan mengisi kursi panas peninggalan Stefano Pioli.

Fonseca Dipilih untuk Bawa Identitas Baru

Pengumuman tersebut disampaikan oleh Zlatan Ibrahimovic, mantan penyerang AC Milan yang kini mewakili pemilik klub dalam konferensi pers. Ia menegaskan bahwa pilihan jatuh kepada Fonseca setelah klub menilai secara mendalam cara kerja dan pendekatan taktik sang pelatih asal Portugal itu.

“Pelatih yang baru akan diisi Paulo Fonseca,” ujar Ibrahimovic. Ia juga menyebut Milan ingin menghadirkan warna baru setelah lima musim bersama Pioli. Menurut dia, klub mencari identitas permainan yang segar, termasuk gaya menyerang yang selama ini menjadi ciri Fonseca.

“Kami mempelajari dengan sungguh-sungguh apa yang ia lakukan, bagaimana ia mempersiapkan pertandingan-pertandingan. Kami ingin membawa identitas permainannya, gaya menyerangnya ke tim kami, kepada para pemain kami,” kata Ibrahimovic. “Setelah lima tahun kami menginginkan sesuatu yang baru, dengan segala hormat kepada Stefano Pioli,” tambahnya.

Rekam Jejak Fonseca di Eropa

AC Milan memboyong Fonseca dari Lille, klub Liga Prancis yang ia tangani sejak 2022. Sebelum ke Prancis, pelatih berusia 51 tahun itu lebih dulu meniti karier di Portugal bersama Pacos de Ferreira, FC Porto, dan Braga. Ia kemudian mencatat pengalaman penting di Shakhtar Donetsk, Ukraina, selama tiga tahun.

Di Shakhtar, Fonseca meraih tujuh trofi dan menorehkan catatan impresif dengan 103 kemenangan dari 139 pertandingan. Rekam jejak itu menjadi salah satu alasan Milan yakin menunjuknya untuk memimpin proyek baru di San Siro.

Perjalanan dari Roma ke Lille

Pada 2019, Fonseca dipercaya menangani AS Roma. Dalam dua musim, ia membawa klub ibu kota Italia itu finis di peringkat kelima dan ketujuh Serie A. Setelah masa tugasnya di Roma berakhir, ia pindah ke Lille dan kembali menunjukkan kestabilan performa dengan membawa tim tersebut finis di posisi keempat dan kelima Ligue 1.

Dengan latar belakang itu, Fonseca kini menghadapi tantangan yang jauh lebih besar: menjaga AC Milan tetap kompetitif di level tertinggi sekaligus membangun karakter permainan baru yang diinginkan manajemen. Pergantian ini menandai awal babak baru bagi klub yang sedang berusaha keluar dari bayang-bayang era Pioli.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.