Skotlandia datang ke Euro 2024 dengan beban sejarah yang tak ringan. Setelah kembali tampil di turnamen besar pada Euro 2020 usai absen sejak Piala Dunia 1998 di Prancis, mereka masih membawa catatan pahit: belum pernah lolos dari fase grup dalam 11 turnamen besar yang mereka ikuti. Karena itu, laga pembuka melawan Jerman bukan sekadar pertandingan pertama, melainkan ujian awal untuk mematahkan pola lama.
Robertson pasang target jelas
Kapten Skotlandia, Andy Robertson, menegaskan timnya tidak ingin mengulang kekecewaan yang sama. Baginya, target utama di Euro 2024 adalah menembus babak gugur, sesuatu yang selama ini selalu gagal mereka capai. “Kami tidak ingin ada penyesalan kali ini,” ujarnya. Robertson juga menyebut timnya percaya diri bisa menulis sejarah baru di ajang ini.
Butuh performa setajam kualifikasi
Untuk bisa membawa pulang hasil dari duel kontra Jerman, Skotlandia harus kembali menunjukkan level permainan yang sempat mereka perlihatkan di awal kualifikasi. Saat itu, mereka mencatat lima kemenangan beruntun, termasuk kemenangan meyakinkan 2-0 atas Spanyol. Performa tersebut menjadi alasan mengapa Skotlandia tetap punya keyakinan, meski lawan yang dihadapi kali ini jauh lebih berat.
Clarke sadar tantangan di depan mata
Manajer Skotlandia, Steve Clarke, tidak menutup mata terhadap kerasnya laga pembuka itu. Ia mengaku sejak hasil undian keluar, pertandingan melawan Jerman memang sudah diprediksi akan berlangsung sulit. “Ketika kami melihat hasil undian, kami memperkirakan ini akan menjadi pertandingan yang sulit dan tidak ada yang mengubah pikiran saya,” kata Clarke.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.
