Tim Bulu Tangkis Indonesia Terus Adaptasi dengan Venue Olimpiade Paris 2024

Tim Bulu Tangkis Indonesia Terus Adaptasi dengan Venue Olimpiade Paris 2024

Menjelang tampil di Olimpiade Paris 2024, para wakil bulu tangkis Indonesia tidak hanya mematangkan teknik dan fisik, tetapi juga terus menyesuaikan diri dengan kondisi arena pertandingan. Bagi Gregoria Mariska Tunjung dan Anthony Ginting, ajang ini punya bobot emosional tersendiri karena menjadi Olimpiade kedua mereka setelah Tokyo 2020. Pengalaman itu kini dibawa sebagai bekal, bukan beban.

Gregoria Ingin Lebih Tenang dan Dewasa

Gregoria menilai dirinya datang ke Paris dengan kesiapan yang berbeda dibanding empat tahun lalu. Menurut juara Kumamoto Masters 2023 itu, bertambahnya usia membuatnya merasa perlu menghadapi Olimpiade dengan sikap yang lebih matang. Ia tak ingin terburu-buru atau terlalu tegang saat momen besar itu tiba.

“Tahun ini saya sudah semakin bertambah usianya jadi harus semakin dewasa dalam menghadapi Olimpiade ini,” aku Gregoria.

Ia juga menegaskan bahwa tantangan terbesar justru sering muncul dari dalam diri sendiri. Karena itu, ia berusaha menjaga pikiran tetap ringan agar bisa tampil lebih lepas di lapangan. Dalam ajang sebesar Olimpiade, ketenangan disebutnya sama pentingnya dengan kesiapan fisik.

Ginting Bawa Pengalaman Tokyo ke Paris

Sementara itu, Anthony Ginting menilai persiapannya menuju Paris 2024 berjalan lebih baik dibanding saat Olimpiade Tokyo 2020. Ia mengaku pengalaman dari Olimpiade sebelumnya menjadi pelajaran penting, terutama dalam hal fokus dan pengelolaan diri menjelang pertandingan.

“Pengalaman-pengalaman di Olimpiade Tokyo saya bawa ke sini. Terutama dari persiapan diri sendirinya, fokusnya,” jelas Ginting.

Ginting juga melihat adanya perkembangan pada sistem pendukung tim. Jika sebelumnya ada beberapa hal yang belum tersedia, kali ini ia merasakan kesiapan yang lebih lengkap. Dukungan itu, menurutnya, memberi ruang lebih besar untuk tampil maksimal.

Persiapan Panjang Jadi Modal Penting

Ia berharap rangkaian persiapan selama satu bulan di Jakarta dan 10 hari training camp dapat memberi dampak positif saat Olimpiade Paris berlangsung. Bagi Ginting, waktu persiapan yang cukup bukan hanya soal latihan, tetapi juga membangun rasa percaya diri untuk menghadapi tekanan di arena terbesar dunia.

“Dari tim pendukung juga sudah dilengkapi. Yang sebelumnya tidak ada, sekarang jadi ada. Jadi semoga dari persiapan satu bulan di Jakarta dan 10 hari di training camp ini, bisa memberikan performa yang lebih baik lagi di Olimpiade Paris ini,” tutup Ginting.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.