Gabung Oxford United, Marselino Ferdinan Digaji Rp2,8 Miliar

Gabung Oxford United, Marselino Ferdinan Dikabarkan Masuk Struktur Gaji yang Menarik

Langkah Marselino Ferdinan ke Oxford United bukan sekadar soal pindah klub. Kepindahan gelandang muda Timnas Indonesia itu ke klub Divisi Kedua Liga Inggris langsung memunculkan perhatian besar, termasuk soal nilai kontrak dan posisi gajinya di skuad baru. Pemain berusia 19 tahun tersebut resmi meneken kontrak berdurasi dua tahun setelah datang dengan status bebas transfer usai masa baktinya di KMSK Deinze berakhir.

Masuk ke Liga Inggris dengan Modal Rekam Jejak Menonjol

Di usia yang masih sangat muda, Marselino sudah membawa bekal pengalaman internasional yang tidak sedikit. Ia tercatat telah membukukan 26 penampilan bersama Indonesia dan mencetak tiga gol. Salah satu momen paling berkesan datang saat ia membantu Indonesia U-22 meraih emas SEA Games, gelar yang baru kembali diraih setelah penantian 32 tahun. Catatan itu membuat kehadirannya di Oxford United tak dipandang semata sebagai rekrutan biasa.

Gaji Oxford United: Dari Mark Harris hingga Rata-Rata Skuad

Laporan CNN Indonesia yang mengutip data Capology menyebut Mark Harris sebagai pemain dengan bayaran tertinggi di Oxford United saat ini. Penyerang asal Wales itu dikabarkan menerima gaji 364 ribu poundsterling atau sekitar Rp7,3 miliar per tahun, belum termasuk bonus. Sementara itu, rata-rata gaji pemain Oxford United disebut berada di angka 141.480 poundsterling atau setara Rp2,84 miliar per tahun.

Secara keseluruhan, klub yang mayoritas sahamnya dimiliki dua pengusaha Indonesia, Erick Thohir dan Anindya Bakrie, disebut menghabiskan sekitar 3,5 juta poundsterling per tahun untuk pembayaran gaji pemain, atau setara Rp70,3 miliar.

Nilai Marselino Tak Hanya di Lapangan

Meski belum teruji di kompetisi Inggris, Marselino diyakini punya daya tarik tersendiri bagi Oxford United. Selain kualitas teknis dan usianya yang masih berkembang, ia juga membawa nilai komersial yang besar. Popularitasnya di media sosial disebut bisa menjadi pintu masuk bagi eksposur yang lebih luas, termasuk peluang hadirnya sponsor baru.

Marselino sendiri sudah mencatat sejumlah pencapaian penting dalam kariernya. Ia memegang rekor sebagai pencetak gol termuda di Indonesia, lalu pada tahun ini juga menjadi pencetak gol termuda dalam sejarah putaran final Piala Asia. Di level U-23, ia menjadi sosok penting ketika Indonesia menembus semifinal Kejuaraan AFC U-23 2024 dan melaju ke playoff Olimpiade melawan Guinea di Paris pada Mei lalu.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.