Jenis-Jenis Minyak Goreng dan Beda Kegunaannya, Ada yang Bisa Buat Diet

Surabaya (beritajatim.com) – Tidak semua minyak goreng bekerja dengan cara yang sama di dapur. Ada yang tahan panas tinggi, ada yang lebih pas untuk salad, bahkan ada yang sering dipilih karena dianggap mendukung pola makan tertentu. Memilih minyak yang sesuai bukan cuma soal rasa, tetapi juga soal hasil masakan dan cara penggunaannya.

Setiap Minyak Punya Karakter Sendiri

Di antara jenis minyak yang paling umum digunakan, minyak sawit masih menjadi pilihan utama di banyak rumah tangga Indonesia. Minyak ini berasal dari kelapa sawit dan mengandung asam oleat, linoleat, serta vitamin A dan E. Karena sifatnya serbaguna, minyak sawit cocok dipakai untuk menggoreng maupun menumis. Titik asapnya yang cukup tinggi juga membuatnya relatif aman untuk proses memasak bersuhu tinggi.

Sementara itu, minyak kanola punya karakter yang berbeda. Minyak ini diekstraksi dari biji tanaman kanola dan dikenal memiliki lemak tak jenuh tunggal hingga 63 persen. Kandungan asam alfa-linoleat di dalamnya juga membuat minyak ini kerap dilihat sebagai sumber omega-3. Meski begitu, titik asapnya lebih rendah, sehingga kurang ideal untuk pengolahan makanan dengan panas tinggi. Di sisi lain, minyak ini sering dipakai untuk MPASI atau campuran salad dressing.

Minyak yang Ringan hingga yang Khas Aromanya

Minyak kedelai juga termasuk yang banyak dipakai karena rasanya ringan dan cenderung netral. Karakter ini membuatnya cocok untuk menumis dengan api kecil atau dijadikan bahan campuran dressing salad. Minyak kedelai dikenal kaya asam lemak tak jenuh ganda yang kerap dikaitkan dengan kesehatan jantung.

Berbeda lagi dengan minyak kelapa. Minyak yang berasal dari daging buah kelapa ini terkenal stabil pada suhu tinggi, sehingga tidak mudah rusak saat digunakan memasak. Tak heran jika minyak kelapa sering masuk dalam olahan yang memerlukan panas besar. Di kalangan tertentu, minyak ini juga populer dalam pola makan seperti diet ketogenik. Aroma khasnya menjadi nilai tambah tersendiri bagi sebagian orang.

Minyak Zaitun Lebih Pas untuk Suhu Rendah

Minyak zaitun atau olive oil punya tempat khusus dalam masakan Mediterania, mulai dari pasta hingga lasagna. Kandungan antioksidan dan lemak tak jenuh tunggal membuatnya sering dipilih sebagai minyak yang dianggap lebih baik untuk kesehatan. Namun, minyak zaitun memiliki titik asap yang lebih rendah dibanding beberapa minyak lain, sehingga lebih cocok digunakan untuk memasak pada suhu rendah atau sebagai pelengkap saus dan dressing.

Dengan memahami perbedaan tiap jenis minyak, pilihan di dapur bisa dibuat lebih tepat sesuai kebutuhan. Hasilnya bukan hanya masakan yang lebih enak, tetapi juga penggunaan minyak yang lebih sesuai dengan cara olah dan tujuan konsumsi.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.