Pramono Anung kembali melontarkan gagasan yang menyasar kalangan pecinta hewan. Setelah mendorong penambahan puskeswan, ia menyiapkan ide yang lebih unik: menghadirkan pulau kucing di Kepulauan Seribu sebagai destinasi wisata baru bagi cat lovers. Menurut Pramono, konsep semacam ini bukan hal asing karena sejumlah negara, terutama Jepang dan beberapa wilayah di Eropa, sudah lebih dulu memanfaatkannya sebagai ruang hidup sekaligus daya tarik wisata.
Meniru Model Jepang dan Eropa
Pramono menilai pengalaman negara-negara tersebut menunjukkan bahwa komunitas penyayang binatang bisa tumbuh kuat jika didukung fasilitas yang tepat. Ia menyebut Jepang memiliki satu pulau yang menjadi tempat penampungan kucing, dan model seperti itu menurutnya memungkinkan untuk diterapkan di Jakarta, khususnya di Kepulauan Seribu.
“Jadi dalam jangka panjang menurut saya pengalaman di negara negara yaitu Eropa, Jepang, yang penyayang binatangnya itu memang komunitasnya sangat kuat sekali,” kata Pram, sapaan akrabnya.
Kepulauan Seribu Dinilai Punya Potensi
Menurut Pramono, keberadaan banyak pulau di Kepulauan Seribu membuka ruang untuk menghadirkan konsep wisata yang berbeda. Ia melihat pulau kucing bukan hanya sebagai tempat berkumpulnya hewan, tetapi juga sebagai magnet baru bagi wisatawan yang memang memiliki ketertarikan khusus terhadap kucing.
“Kita ini punya pulau seribu dari sekian pulau itu apakah nanti kemudian bisa menjadi tempat wisata bagi penyayang binatang terutama cat lover untuk yang disebut dengan pulau kucing, kalau itu ada saya yakin jadi tempat wisata baru bagi penggemar atau bagi cat lover,” ucap Pramono Anung.
Siap Menginisiasi Jika Diberi Lampu Hijau
Pramono menegaskan dirinya siap mengambil langkah awal apabila rencana itu mendapat kesempatan untuk dijalankan. Ia juga membandingkan praktik di negara maju yang kerap menyediakan pulau kecil atau kawasan tertentu bagi komunitas pecinta kucing maupun anjing untuk berkumpul.
“Dan saya kalau memang diizinkan saya akan menginisiasi untuk itu,” sambung mantan Sekretaris Kabinet ini.
Ia menambahkan, gagasan tersebut bukan sekadar soal hiburan, melainkan juga bisa memberi nilai tambah bagi Kepulauan Seribu jika dikembangkan dengan serius. “Padahal di pulau seribu kan banyak tempat yang dibuat untuk itu, saya berpikir kalau di Jepang aja ada di Eropa banyak sekali kenapa itu gak dijadikan sebagai wisata, dana kalau itu dijadikan wisata tempat berkumpulnya anjing, kucing, dan sebagainya itu juga hal yang baik bagi pulau seribu,” ujarnya.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.
