Profil Pj Gubernur Jakarta Teguh Setyabudi

Profil Pj Gubernur Jakarta Teguh Setyabudi

Teguh Setyabudi bukan nama baru di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. Rekam jejaknya panjang, bertahap, dan dibangun dari jalur birokrasi yang konsisten sejak awal karier. Dari lulusan terbaik Fisipol UGM hingga menduduki posisi strategis di pemerintahan, perjalanan Teguh menunjukkan pola kenaikan yang tidak instan, melainkan hasil dari pendidikan, penugasan, dan pengalaman lapangan yang terus bertambah.

Karier yang Tumbuh dari Jalur Birokrasi

Setelah menamatkan S1 pada 1991, Teguh langsung diterima bekerja di Badan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Departemen Dalam Negeri melalui program khusus. Saat itu, ia sudah mulai aktif di lingkungan Badan Diklat Depdagri, namun belum berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil. Status PNS baru ia peroleh secara resmi pada Januari 1993.

Memasuki jenjang S2, karier Teguh makin menanjak. Modal pendidikan ditambah berbagai diklat dari instansi membuatnya dipercaya menduduki jabatan eselon II sebagai Kepala Biro Umum Sekretariat Jenderal Kementerian Dalam Negeri pada 2010. Posisi itu menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan kariernya di birokrasi pusat.

Serangkaian Jabatan Strategis di Kemendagri

Setelah sekitar 3,5 tahun menjabat sebagai Kepala Biro Umum, Teguh dimutasi pada akhir 2013 dan ditempatkan sebagai Direktur Penataan Daerah dan Otonomi Khusus di Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri. Dalam periode lain, ia juga tercatat kembali mengemban tugas sebagai Kepala Biro Umum Setjen Kementerian Dalam Negeri pada rentang 2010 hingga 2014.

Pria yang dikenal hobi berorganisasi ini juga pernah memimpin Pengurus Koperasi Praja Mukti Kemendagri, salah satu koperasi besar di lingkungan kementerian, pada 2013 hingga 2016. Pada 2015, Teguh ikut seleksi terbuka untuk jabatan tinggi madya di Kemendagri dan mendaftar sebagai calon Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM). Setelah melalui proses seleksi, namanya masuk tiga besar terbaik.

Naik ke Posisi Puncak di Lingkup Kementerian

Pada Februari 2016, Teguh resmi dilantik sebagai Kepala BPSDM Kemendagri ketika usianya menjelang 49 tahun. Ia kemudian kembali dipercaya mengemban tugas sebagai Direktur Otonomi Khusus di Direktorat Jenderal Otonomi Daerah pada 2014-2016. Kariernya terus berlanjut hingga ia dua kali ditunjuk menjadi Penjabat Gubernur, masing-masing di Sulawesi Tenggara pada 2018 dan Kalimantan Utara pada 2020.

Setelah itu, Teguh juga pernah menjadi Anggota Dewan Pengawas PAM JAYA pada 2022. Puncaknya, pada Maret 2023, ia diangkat sebagai Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri menggantikan Prof Zudan Arif Fakrulloh. Dari rangkaian jabatan tersebut, Teguh tampil sebagai birokrat yang akrab dengan penugasan daerah sekaligus punya pengalaman kuat di level pusat.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.