Di tengah daya beli yang belum sepenuhnya pulih, industri kecantikan justru masih menunjukkan napas yang panjang. Persaingan memang makin ketat, tetapi data Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memperlihatkan sektor ini terus bertumbuh, dengan laju mencapai 21,9% per tahun dan jumlah industri yang menembus 1.010 pada pertengahan 2023. Angka itu menegaskan bahwa skincare masih menjadi salah satu pasar paling agresif di Indonesia.
Skincare Lokal Bertahan di Pasar yang Makin Ramai
Di tengah kondisi tersebut, DRW Skincare menjadi salah satu merek lokal yang ikut mengisi kompetisi. Brand ini telah berjalan selama 9 tahun dan ikut bertarung di pasar kosmetik Tanah Air yang semakin padat pemain. Founder & CEO DRW Skincare, Wahyu Triasmara, menjelaskan bahwa perjalanan bisnisnya dimulai dari Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, dengan fokus awal pada perawatan kulit sebelum kemudian merambah ke produk perawatan tubuh atau body care.
Strategi Harga dan Kualitas Jadi Kunci
Wahyu menyebut, tantangan terbesar saat ini bukan hanya soal banyaknya pesaing, tetapi juga bagaimana menghadirkan produk yang tetap terjangkau tanpa mengorbankan kualitas. Di saat konsumen makin berhitung, industri skincare dituntut lebih cermat dalam menyusun strategi, mulai dari pemilihan bahan baku, formulasi, hingga kepatuhan terhadap aturan BPOM. Aspek regulasi menjadi penting karena menyangkut kandungan dan komposisi produk yang beredar di pasaran.
Produk Makin Banyak, Pengawasan Makin Ketat
DRW Skincare sendiri kini memiliki 128 produk, menunjukkan bagaimana lini usaha ini berkembang dari satu fokus menjadi portofolio yang lebih luas. Namun, pertumbuhan produk juga berarti tanggung jawab yang lebih besar, terutama dalam menjaga kepercayaan konsumen di tengah pasar yang terus bergerak cepat. Dalam situasi seperti ini, ketahanan bisnis skincare tidak lagi hanya ditentukan oleh promosi, melainkan juga oleh kemampuan membaca kebutuhan pasar dan menjaga standar produk.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.
