Haul ke-168 K.H. Abdul Manan Dipomenggolo: Ajakan Bupati Pacitan untuk Jaga Persatuan dan Ukhuwah Islamiyah

Pacitan – Haul ke-168 K.H. Abdul Manan Dipomenggolo dirayakan dengan khidmat melalui Apel Kirab Panji Negoro di halaman Pendopo Kabupaten Pacitan. Acara yang dipimpin oleh Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji tersebut, dihadiri oleh seluruh elemen masyarakat dan keluarga besar pondok pesantren untuk memperkuat semangat persatuan dan ukhuwah Islamiyah.

Dalam sambutannya, Bupati Aji mengajak semua peserta untuk mengingat kembali perjuangan dan jasa K.H. Abdul Manan Dipomenggolo. Dia merupakan ulama besar yang tidak hanya menyebarkan dakwah Islam, tetapi juga mewariskan nilai-nilai perjuangan dan keteladanan. Peringatan haul ini bukan hanya sebagai ritual tahunan, tetapi juga sebagai pengingat akan pentingnya menjaga harmoni sosial dan kerukunan antar umat, terutama di lingkungan pondok pesantren.

Kesatuan, persatuan, dan ukhuwah Islamiyah menjadi fokus dalam pesan Bupati, agar semangat tersebut terus dijaga untuk membangun Pacitan yang sejahtera dan bahagia. Selain itu, Bupati juga meminta seluruh masyarakat untuk mendoakan agar Kabupaten Pacitan senantiasa diberkahi dan terhindar dari mara bahaya untuk kelancaran program pembangunan.

Setelah apel, kirab Panji Negoro dimulai dengan peserta terdiri dari TNI, Polri, Banser, Pemuda Anshor, para santri, linmas, ASN, dan anggota IPSI. Mereka memimpin kirab dengan membawa Burung Garuda dan Bendera Merah Putih menuju Desa Semanten, tempat Haul K.H. Abdul Manan Dipomenggolo diselenggarakan.

Kirab juga dimeriahkan dengan pembentangan bendera merah putih raksasa sepanjang 168 meter oleh para santri sebagai simbol usia haul tokoh ulama tersebut. Pataka dari pondok pesantren, kecamatan, dan desa ikut serta dalam kirab yang meriah namun penuh khidmat.

Source link