Skema pembayaran buy now, pay later (BNPL) semakin populer digunakan untuk membiayai liburan, terutama di kalangan Gen Z dan Milenial. Generasi muda kini lebih memilih untuk mencicil biaya perjalanan daripada membayar penuh di awal. Menurut Kristin Herman, seorang pelancong dari AS, layanan BNPL menjadi penyelamat ketika ia harus pergi ke Miami dengan mendadak. Ia mengutarakan bahwa persetujuan cepat dan tanpa biaya di awal membuatnya memilih layanan tersebut.
Meskipun demikian, ia juga mengingatkan bahwa terdapat risiko terkait keterlambatan pembayaran yang dapat mengakibatkan denda. Sementara itu, Rane Teo, yang menggunakan BNPL untuk perjalanan keluarganya ke Batam, merasa puas karena prosesnya mudah dan praktis. Pengalaman seperti ini mencerminkan tren global di mana layanan BNPL semakin populer untuk membiayai liburan tanpa bunga atau denda. Perusahaan seperti Klarna mencatat peningkatan nilai pemesanan perjalanan melalui platformnya sebesar 50% dalam satu tahun.
Di sisi lain, masyarakat di China juga semakin menggunakan platform perjalanan Fliggy milik Alibaba untuk membeli paket wisata melalui BNPL. Pengguna termuda dari layanan ini, yaitu kelahiran 2000 ke atas, mencatat pertumbuhan yang signifikan. Selain itu, layanan BNPL juga mulai digunakan untuk membeli tiket konser atau festival musik. Meskipun 60% pembeli tiket Coachella 2025 memilih membayar melalui cicilan, para ahli keuangan tetap mengingatkan agar konsumen berhati-hati.
Meskipun tren ini mengalami peningkatan, literasi keuangan tetap menjadi kunci untuk menghindari risiko seperti akumulasi utang yang tinggi. Analis keuangan menyarankan agar konsumen menggunakan layanan BNPL secara bijaksana dan mempertimbangkan risiko yang mungkin terjadi. Akhirnya, penting untuk diingat bahwa jika belum mampu membayar liburan secara tunai, mungkin ini bukanlah waktu yang tepat untuk berlibur.

