Eddie Nalapraya Wafat, Pencak Silat Indonesia Kehilangan Sosok Penggerak Utama
Pencak silat Indonesia kehilangan salah satu figur paling berpengaruhnya. Eddie Mardjoeki Nalapraya, tokoh Betawi sekaligus nama besar dalam perkembangan pencak silat nasional dan dunia, meninggal dunia pada Selasa, 13 Mei 2025. Kepergian Eddie meninggalkan jejak panjang dari perjuangan membesarkan olahraga tradisional Indonesia hingga dikenal di panggung internasional.
Peran Besar di Balik Naiknya Pencak Silat ke Level Dunia
Nama Eddie tak bisa dilepaskan dari perjalanan pencak silat menuju pengakuan global. Saat menjabat sebagai Ketua Umum PB IPSI pada periode 1981 hingga 2003, ia menjadi salah satu motor utama yang mendorong pencak silat keluar dari batas-batas domestik. Di masa kepemimpinannya, langkah-langkah penting mulai diambil untuk mengenalkan olahraga ini ke dunia luar.
Jejak itu terlihat jelas ketika pertandingan internasional pertama pencak silat digelar di Jakarta pada 1982. Empat tahun kemudian, ajang tersebut berkembang menjadi Kejuaraan Dunia Pencak Silat di Vienna, Austria, pada 1986. Dari titik itulah, pencak silat mulai memperoleh tempat yang lebih luas di mata komunitas olahraga internasional.
Warisan yang Mengakar hingga Pengakuan UNESCO
Dedikasi Eddie selama bertahun-tahun ikut membuka jalan bagi pencak silat untuk semakin dikenal sebagai bagian dari identitas budaya Indonesia. Upaya panjang itu turut mengantarkan pencak silat pada pengakuan sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO pada 2019. Pencapaian tersebut menjadi penanda bahwa pencak silat bukan hanya olahraga, tetapi juga warisan budaya yang memiliki nilai sejarah dan kebanggaan nasional.
Di Indonesia, Eddie dikenal bukan sekadar sebagai pengurus olahraga, melainkan sosok yang konsisten mendorong pencak silat agar mendapat tempat yang layak, baik di dalam negeri maupun di forum internasional. Kontribusinya membuat namanya lekat dengan perkembangan pencak silat modern.
Perpisahan Terakhir di Kalibata
Setelah berpulang, Eddie dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan. Prosesi tersebut menjadi bentuk penghormatan atas jasa dan sumbangsihnya yang begitu besar dalam mengangkat pencak silat Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi. Bagi banyak pegiat silat, kepergian Eddie bukan hanya kehilangan seorang tokoh, tetapi juga kehilangan salah satu penentu arah sejarah olahraga ini.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.
